Wakapolri Resmikan Kenaikan Tipe A Polda NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syafruddin meresmikan kenaikan tipologi Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Tipe B menjadi Tipe A. Kegiatan berlangsung di Lapangan Mapolda NTT, Jumat (7/4/2017).

Komjen Syafruddin menyatakan, peningkatan Polda NTT menjadi Tipe A telah melalui serangkaian kajian komprehensif dengan mempertimbangkan aspek geografis, rupa bentang wilayah, jumlah penduduk, tingkat kerawanan gangguan, baik ancaman dari luar maupun dari dalam negeri serta kerwanan kejahatan transnasional yang berimplikasi pada situasi kamtibmas di dalam negeri.

Letak strategis Provinsi NTT yang berbatasan langsung dengan dua negara sekaligus yakni Timor Leste dan Australia, menjadi alasan dan pertimbangan menaikkan tipologi Polda NTT. Kondisi ini disebutnya bisa menimbulkan kontijensi yang perlu penanganan lebih optimal.

“Aspek geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia ini tentu perlu pengawasan lebih ketat untuk menghindari terjadinya kejahatan transnasional,” kata Syafruddin di hadapan Kapolda NTT Brigjen Pol Agung Sabar Santoso, puluhan pejabat utama Polda NTT, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, tiga orang anggota DPR RI yakni Viktor Laiskodat, Herman Heri dan Beni Harman serta tamu undangan lainnya.

Dia menyebutkan, kejahatan transnasional tersebut di antaranya penyelundupan, masuknya narkoba dari jalur perairan internasional, kejahatan sumber daya alam, ancaman kejahatan internasional, serta kejahatan konvensional lainnya.

“NTT mempunyai perkembangan strategis secara nasional dan internasional, sehingga diperlukan penanganan secara optimal dan komplek,” sebut pria yang mengaku pernah bertugas di Polda NTT tersebut.

Syafruddin menegaskan, berbatasan langsungnya NTT dengan dua negara tersebut berpotensi menimbulkan terjadinya kerawanan tindak pidana antara lain narkotika, penyelundupan, TKI ilegal maupun imigrasi gelap. Selain itu, terdapat pula potensi pelanggaran lintas batas negara.

“Selain menjaga tanah di wilayah perbatasan, antisipasi terhadap kejahatan atau kasus lain yang belum pernah terjadi di wilayah hukum Polda NTT. Kerawanan- kerawanan tersebut perlu penanganan serius dari Polda Nusa Tenggara Timur,” tegasnya.

Selain itu, Syafruddin menyebutkan, NTT juga telah dinobatkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia melalui Pulau Komodo maupun promosi potensi wisata lainnya, khususnya di Pulau Flores.

Dengan demikian dalam waktu dekat, akan dilakukan perubahan jumlah personel. Selanjutnya pembenahan sarana dan prasarana yang dilakukan secara bertahap.
“Tak hanya perubahan jumlah, tapi juga polisi yang profesional, modern dan terpercaya (Promoter),” sebut Syafruddin.

Dia berharap, dengan peningkatan tipe tersebut dapat dibarengi pula dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, sumber daya manusia, dan sumber daya  lainnya pun dapat dikembangkan agar ke depannya semakin baik.

Peresmian ini ditandai dengan penyerahan Pataka Polda NTT Satya Turangga Wirasakti oleh Syafruddin ke Kapolda NTT, yang sebelumnya didahului dengan pembacaan surat keputusan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tentang penaikkan tipe A.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Kapolda NTT Brigjen Pol Agung Sabar Santoso. Dalam kegiatan ini juga dihadirkan tarian khas NTT.