Tahun Ini Tak Ada Pembangunan Pelabuhan Baru

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Richard Djami menyampaikan, untuk tahun 2017 tidak ada pembangunan pelabuhan baru di provinsi berbasis kepulauan tersebut.

“Untuk tahun ini tidak ada pembangunan dermaga baru, yang dilakukan hanya pengembangan atau perbaikan fasilitas pelabuhan dan dermaga yang sudah ada,” kata Richard kepada wartawan di Kupang, Rabu (29/3/2017).

Richard mengatakan, setiap tahun pihaknya terus mengkaji keberadaan pelabuhan yang ada terkait dengan fasilitas yang digunakan, apakah layak atau tidak.

“Jika fasilitas yang ada sudah dianggap tak laik lagi, maka kami akan mengusulkan ke Kementerian Perhubungan untuk dibangun kembali,” kata Richard.

Meskipun demikian, pemerintah daerah tidak memastikan apakah usulan tersebut dipenuhi atau tidak mengingat pengelolaan dana-dana APBN saat ini dilakukan oleh satuan kerja (Satker) dari pusat.

Dia mencontohkan, usulan tahun ini untuk perbaikan dermaga Nagakeo di Kabupaten Nagekeo, Waijarang di Kabupaten Lembata dan Teluk Gurita di Kabupaten Belu.

Menurut Richard, semua kabupaten di wilayah provinsi yang berbatasan dengan dua negara sekaligus yakni Australia dan Timor Leste itu sudah memiliki pelabuhan laut untuk memperlancar arus transportasi barang dan orang melalui jalur laut.

Baca : PT ASDP Bangun Pelabuhan Penyebrangan di Labuan Bajo

“Semua pulau besar kita di Nusa Tenggara Timur sudah ada pelabuhan semuanya, malahan semua kabupaten di daerah ini juga sudah memiliki pelabuhan masing-masing,” katanya saat dihubungi di Kupang, Rabu.

Dia mengatakan, pelabuhan-pelabuhan tersebut yang selama ini dimanfaatkan sesuai dengan kapasitasnnya untuk memperlancar arus transportasi barang dan orang melalui jalur laut.

“Pelabuhan yang dimanfaatkan untuk persinggahan kapal barang seperti Pelabuhan Tenau Kupang, Maumere di Kabupaten Sikka, Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Ende, Labuan Bajo, Waingapu di Sumba Timur,” ujarnya.

Ada pula pemanfaatan pelabuhan sebagai rute persinggahan kapal tol laut seperti pelabuhan di Kabupaten Sabu Raijua, Rote, Alor, Lembata, Flores Timur, dan Sumba Timur.

Selain itu, lanjutnya, umumnya semua daerah di NTT juga memiliki dermaga feri bahkan ada untuk kabupaten kepulauan bisa memiliki lebih dari satu dermaga seperti Manggarai Barat, Flores Timur dan Alor.

“NTT sebagai provinsi kepulauan memang idealnya setiap kabupaten harus memiliki pelabuhan laut untuk memperlancar arus lalu lintas barang dan manusia,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini terdapat satu pelabuhan utama di Nusa Tenggara Timur yaitu Pelabuhan Tenau Kupang sementara yang lain merupakan pelabuhan pengumpul.