Mentan Serahkan Puluhan Alsintan untuk Petani Perbatasan RI-RDTL
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungannya ke Kabupaten Belu, dan Malaka Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/3/2017) menyerahkan bantuan puluhan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk para petani di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste itu.
Bantuan puluhan Alsintan itu yakni 1 unit excavator, 10 unit traktor roda empat, 50 unit traktor roda dua, 10 unit jet pompa air dan sarana produksi jagung untuk 50.000 hektar jagung, bagi Kabupaten Belu dan Malaka.
“Sudah waktunya petani hidup makmur, asal kerja, kerja dan kerja. Kalau bapak ibu perhatikan di luar negeri, yang kaya itu para petani. Pemerintah juga serius membangun ketahanan pangan, bahkan kedaulatan pangan. Saya mau, hasil panen perdana nanti kita ekspor,” kata Mentan Amran Sulaiman kepada para petani di Kabupaten Belu, Selasa (14/3/2017).
Baca : Menteri Pertanian Panen Jagung di Desa Kenebibi Belu
Dia berharap, melalui bantuan tersebut bisa didorong perluasan areal tanam jagung pada lahan-lahan perkebunan, lahan adat/ulayat dan persil tanah lainnya yang pernah atau bahkan sama sekali tidak pernah ditanami.
Menurut Amran Sulaiman, jagung merupakan komoditi tanaman pangan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional dan menjadi bahan baku utama pakan ternak. Permintaan akan jagung terus meningkat sebagai akibat dari meningkatnya konsumsi protein hewani dan kebutuhan akan energi.
Sementara Bupati Belu, Wilibrodus Lay melaporkan, sebanyak 10.000 hektar luasan lahan jagung telah tergarap di Kabupaten Belu. Arealnya tersebar pada beberapa spot, khusus untuk Desa Kenebibi, terdapat 100 hektar luasan lahan untuk jagung dan 25 hektar untuk kacang tanah. Kabupaten Belu juga memiliki 46.000 ekor sapi dan sebagiannya telah dikirim ke Jakarta untuk memenuhi pasokan kebutuhan daging dalam negeri.
“Kami butuh perbanyak bibit jagung, supaya APBD kami tidak perlu untuk pengadaan bibit lagi. Kabupaten Belu hanya fokus untuk membesarkan potensi lahan yang ada. Kami juga berharap agar bapak menteri dapat memperhatikan mutu ternak. Semoga hasil tanam tahun depan bisa lebih baik lagi” kata Wilibrodus Lay.

