BI NTT Punya Kantor Kas Titipan Terbanyak di Indonesia

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini telah membuka enam kantor kas titipan yang tersebar di daerah berbasis kepulauan itu. Dengan jumlah tersebut, BI NTT memilki kas titipan provinsi terbanyak di Indonesia.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), Naek Tigor Sinaga menyampaikan ini saat mensosialisaikan Uang Rupiah NKRI emisi terbaru 2016 di kantor DPRD NTT, Kamis (12/01/2017).

Tigor menyebutkan, enam kantor kas titipan tersebut tersebar di sejumlah kota di tiga pulau besar di daerah itu yakni, Pulau Timor, Flores dan Pulau Sumba.

“Kas titipan kita ada di daratan Flores yaitu Maumere, Ende, Lembata, dan Ruteng, untuk di daratan Timor ada di Atambua, sementara untuk daratan Sumba kas titipan kita di Waingapu,” katanya.

Menurut Tigor, Bank Indonesia Perwakilan NTT memperbanyak kas titipan di daerah itu untuk meningkatkan intensitas pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat terhadap uang layak edar.

Baca : Pemilihan Gambar Pahlawan di Uang Rupiah Baru Tidak Melihat Aspek Agama Maupun Politik

“Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang yang layak edar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT secara terus menerus melakukan pelayanan melalui kas keliling dan kas titipan ke seluruh kabupaten/kota di daerah setempat,” katanya.

Dia mengatakan, kondisi NTT yang merupakan daerah kepulauan menjadi tantangan dalam mendekatkan pelayanan BI kepada masyarakat hingga daerah pelosok. Sehingga kehadiran kas titipan semakin mempermudah pengontrolan kadar uang lusuh di masyarakat.

“Kas titipan ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menghentikan peredaran uang-uang yang lusuh di masyarakat,” katanya.

Tigor menambahkan, kebijakan yang dilakukan BI ini juga merupakan harapan Pemerintah Provinsi NTT yang pada beberapa kali kesempatan rapat koordinasi Gubernur selalu berharap adanya kebijakan mempermudah akses warga mendapatkan uang layak edar di sejumlah daerah kepulauan.

“Ke depan, kami masih tetap mengevaluasi serta kemungkinan menambah jumlah kas titipan terutama di Pulau-Pulau seperti pulau Sumba, Pulau Alor, sehingga masyarakat betul-betul dapat terlayani, atas kebutuhan khususnya terhadap ketersediaan uang layak edar,” tandasnya.