Bangun Taman Doa, Pemkab TTU Andalkan Wisata Religi

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pengembangan wisata religi menjadi pilihan tepat bagi Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) karena disadari, daerah TTU tidak memiliki destinasi wisata alam dan bahari yang unggul seperti daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez sampaikan ini pada acara presentasi awal pembangunan Taman Doa Bukit Neonbat oleh Konsultan Perencana, PT Sabana di Kefamenanu, Kamis (8/12/2016)

Raymundus mengungkapkan, pada tahun 2017 mendatang, Pemkab TTU akan membangun Taman Doa Bukit Neonbat yang di dalamnya juga akan dibangun patung Kristus Raja setinggi 58 meter di Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, TTU.

“Karena kita sadari bahwa daerah TTU tidak memiliki destinasi wisata alam dan bahari yang unggul seperti Labuan Bajo, Alor, dan Sumba,” katanya.

Menurut Raymundus, Pemkab TTU sudah menyiapkan grand design pengembangan potensi pariwisata di daerah itu, sehingga kehadiran taman doa ini sebagai ikon toleransi beragama karena letaknya berdekatan dengan masjid dan gereja Kristen Protestan.

“Kita mau tunjukkan, walau berbeda- beda agama tapi kita satu. Karena itu paling penting adalah membangun hidup rukun yang saling berdampingan,” tandas Raymundus.

Baca : Hanya Kota Kupang yang Menikmati Listrik Seratus Persen

Raymundus menjelaskan, alasan mendasar dibangunnya taman doa dimaksud karena selama ini TTU belum begitu dikenal pihak luar. Bahkan pemerintah pusat juga tidak memberi perhatian lebih dalam konteks pembangunan termasuk di bidang pariwisata.

“Kita harapkan dengan dibangunnya taman doa ini yang didalamnya terdapat patung Kristus Raja tertinggi di dunia, bisa menarik perhatian pihak luar untuk mengunjungi TTU. Tempat itu akan menjadi salah satu destinasi wisata religi di daerah ini,” kata Raymundus.

Bupati TTU dua periode ini menyampaikan, pemerintah dan DPRD sudah bahas dan telah mengalokasikan anggaran tahap pertama dalam APBD TTU 2017. Bahkan pada APBD Perubahan 2017, bisa dialokasikan penambahan anggaran. Pembangunan taman doa itu dilaksanakan mulai tahun 2017 dan rampung sekaligus peresmian pada tahun 2019.

“Patung Kristus Raja itu dibangun dalam tiga dimensi dan pada malam hari akan bersinar,” ungkap Raymundus.

Pada kesempatan itu, Raymundus berharap agar semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat mendukung rencana pembangunan taman doa dimaksud, terutama berkaitan dengan lahan. Jangan sampai pemilik tanah menjual tanahnya kepada pihak lain atau pengusaha. Akibatnya, sektor usaha masyarakat sulit dipasarkan. Padahal salah satu aspek penting yang diharapkan adalah membawa manfaat tambahan bagi masyarakat di lokasi taman doa.

“Kehadiran taman doa sebagai salah satu destinasi wisata itu, diharapkan akan menggerakkan sektor lain seperti penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi kreatif karena terciptanya pasar baru di daerah wisata,” ujar Raymundus.

Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoa mengatakan, rencana pembangunan wisata religi tersebut sudah dibahas dan disepakati bersama pemerintah setempat. Aokasi anggaran pada tahap pertama tahun 2017 sebesar Rp10 miliar dan akan ditambah sampai finishing pada tahun 2019. Pembangunan patung tersebut bukan dikarenakan mayoritas masyarakat TTU beragama Katolik melainkan sebagai upaya yang sejalan dengan semangat revolusi mental dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Wisata religi ini sebagai tempat membina hati dan mental juga sebagai bukti toleransi beragama masyarakat setempat karena lokasinya pun berdekatan dengan masjid,” tandas Frengky.