Pengembangan Tempat Wisata di Kota Kupang Terkendala Status Lahan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Potensi Pariwisata di Kota Kupang sebenarnya cukup banyak dan bisa menarik para wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing, namun pengembangan potensi wisata yang sangat luar biasa tidak bisa dilakukan secara maksimal karena terkendala pada status lahan.

“Secara pendanaan, pemerintah pusat siap membantu pemerintah Kota Kupang namun mereka meminta agar lahan wisata tersebut harus bersertifikat agar tidak bermasalah dikemudian hari” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Esther Muhu kepada wartawan di Balai Kota Kupang, Jumat (18/11/2016).

Baca: Musim Tanam, Petani di Belu Minta Benih Jagung

Esther menjelaskan, penataan dan pengembangan tempat wisata yang ada, harus dukung Sumber Daya Manusia (SDM), dan dana, namun karena keterbatasan anggaran dari pemerintah Kota Kupang, prioritas pemerintah lebih mengedepankan infrastruktur, penerangan jalan, dan kebersihan.

Tetapi untuk pengembangan pariwisata pemerintah pusat siap mensuport dana untuk membenahi dan mengembangkan potensi wisata tetapi masalah lahan yang menjadi kendala. Namun meskipun terkendala lahan pada sejumlah tempat yang bisa dikembangkan menjadi tempat tujuan wisata, ditahun 2017 mendatang ada dua titik potensi wisata yang akan ditata dan dikembangkan melalui bantuan pemerintah pusat. Kedua kawasan yang akan ditata adalah, kawasan ekowisata mangrof, di Kelurahan Oesapa, dan tempat Wisata Batu Kepala di Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak.

Sementara Soal besaran dana pengembangan dua titik tersebut, Esther mengaku, belum perjanjian khusus antara pemerintah Kota Kupang dan pemerintah Pusat, tetapi sesuai rencana yang diusulkan dan kononnya sudah disetujui oleh pemerintah pusat, anggaran yang disiapkan pemerintah pusat sebesar Rp. 6 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).