48 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Siap Disalurkan kepada Petani di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyediakan 48.000 ton pupuk bersubsidi yang siap disalurkan melalui kelompok petani untuk memenuhi permintaan pupuk di daerah itu.

“Saat ini kuota pupuk bersubsidi yang tersedia atau belum terjual sebanyak 48.000 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Anis Tay Ruba kepada wartawan di Kupang, Kamis (27/10/2016).

Menurut Anis, ada beberapa jenis pupuk yang tersedia di gudang seperti pupuk Urea SP-36, ZA,NPK, dan Organik. Untuk mekanisme penyalurananya, akan disesuaikan dengan permintaan yang teruang dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

“Data permintaan diserahkan ke pemerintah daerah dan setelah data diserahkan baru kami bisa mengetahui berapa permintaan untuk disalurkan,” katanya.

Terkait jenis dan besaran permintaan pupuk, kata dia, berbeda-beda di tiap daerah yang bergantung pada kebutuhan petani untuk jenis produksi pertaniannya.

Baca: Reuni SDK Putra–Putri & Don Bosko Kupang, 28-29 Oktober 2016

Anis menjelaskan, penyaluran pupuk bersubsidi tersebut tidak seperti subsidi bahan bakar. Distribusi subsidi pupuk dilakukan secara tertutup. Artinya, penyaluran pupuk tersebut bisa dilakukan ketika ada permintaan dari kelompok tani yang sudah terdaftar di pemerintah daerah setempat.

Pemerintah juga melakukan pemeriksaan data terkait kebutuhan pupuk di masing-masing daerah sehingga jika di daerah tertentu mengalami kekurangan maka alokasi pupuk bisa diperbanyak.

Anis menambahkan untuk stok pupuk bersubsidi saat ini masih cukup aman dan siap disalurkan kepada petani di berbagai daerah ketika memasuki musim tanam.

“Jika nanti terjadi kekurangan karena kelebihan permintaan maka akan kita sampaikan kepada pemerintah pusat untuk penyaluran,” katanya.

Dia berharap agar, dengan stok pupuk yang ada, nantinya bisa memenuhi kebutuhan para petani di berbagai daerah untuk meningkatkan produksi tanamannya.