Medah Dinilai Masih Layak Pimpin Golkar NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto menyatakan Ibrahim Agustinus Medah masih layak diberi kepercayaan memimpin Partai Golkar NTT untuk periode 2016- 2021. Karena itu forum musyawarah daerah (Musda) IX DPD Golkar NTT ini dapat bersepakat untuk maju menjadi calon ketua.

Novanto menyampaikan ini ketika membuka Musda IX Partai Golkar NTT di Kupang, Kamis (11/8). Musda ini mengusung tema “Solid Terkonsolidasi, Efektif Mengemban Misi dan Berjaya Dikala Pemilu.”

Menurut Novanto, memang aturan organisasi mengatur seorang ketua partai hanya bisa terpilih untuk memimpin partai selama dua periode. Dalam hal ini, Medah sudah dua periode memimpin Golkar NTT sejak tahun 2004 lalu. Namun untuk Medah bisa dipilih kembali memimpin Golkar untuk periode ketiga karena dinilai sukses menahkodai partai berlambang beringin ini.

“Berilah kesempatan kepada Medah untuk maju lagi menjadi ketua DPD Partai Golkar NTT untuk periode 2016- 2021,” kata Novanto.

Pernyataan Novanto ini seirama dengan hasil rapat pra musda yang digelar pada Rabu (10/8) malam. Rapat pra musda ini dipimpin Ketua Panitia Pengarah, Hugo Rehi Kalembu didampingi Anwar Pua Geno sebagai Pelindung dan Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Mohammad Ansor.

Rapat Pra Musda ini dihadiri seluruh Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se- provinsi NTT, Organisasi Sayap, Organisasi yang mendirikan dan yang didirikan Partai Golkar tingkat Provinsi NTT.

Dalam rapat Pra Musda itu, tidak ada satu pun kader Partai Golkar yang berkeinginan menjadi Ketua DPD Partai Golkar NTT pasca Ibrahim Agustinus Medah yang kini menjadi senator mewakili NTT. Karena itu peserta rapat menyetujui agar Ibrahim Agustinus Medah dipercayakan kembali memimpin Partai Golkar NTT periode ketiga.

Selain kembali mempercayakan Medah memimpin Golkar NTT, forum rapat pra musda juga sepakat mencalonkan lagi Medah mejadi calon Gubernur NTT pada pilkada 2018 mendatang. Alasanya, tidak ada kader Partai Golkar yang berkeinginan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur NTT.

Anwar Pua Geno menyampaikan, Partai Golkar NTT sudah dua kali kalah Pilgub yakni 2008 dan 2013. Kekalahan itu karena beragai alasan antara lain terjadinya tarik ulur penetapan calon sehingga tidak cukup waktu untuk bekerja. Karena itu dalam forum musda kali ini, Golkar sudah harus menetapkan calon gubernur untuk maju dalam pilkada 2018 mendatang. Sehingga calon memiliki waktu yang cukup untuk mulai mensosialisasikan diri sebagai calon gubernur.

“Saya kira waktu dua tahun ini pas untuk kita bekerja memenangkan pak Medah pada pilkada gubernur 2018 mendatang,” pungkas Anwar.