BI Buat MoU Dengan Pemkab Belu Pembentukan Klaster Bawang Merah
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur melakukan penandatanganan MoU pembentukan klaster bawang merah dengan Bupati Belu, Dirut Bank NTT dan Kepala Bulog NTT di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu wilayah perbatasan RI-RDTL, Kamis (11/8/2016).
Menurut Kepala Kantor BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga, penandatangan MoU yang dilakukan dengan Pemkab Belu, Bank NTT serta Bulog NTT untuk pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasab Belu dan Timor Leste, seperti pada Desa Fatuketi dampak dari elnino beberapa waktu lalu.
“Kegiatan ini sungguh menarik, karena sebetulnya ini menunjukan hasil sinergitas kami dengan Pemkab dan Bank NTT serta Bulog NTT,” ujar dia.
Dikatakan, bawang merah adalah satu komuditas yang sangat berpengaruh bagi perekonomian masyarakat. Prodak-prodak seperti ini hanya bisa dikelola masyarakat pedesaan, ketimbang di perkotaan. “BI ditugaskan UU untuk mengendalikan inflasi. Sehingga kami berikan bantuan dalam pendampingan juga lainnya seperti peralatan demi kepentingan pengedanlian inflasi,” ucap Sinaga.
Kesempatan itu BI juga melakukan sinergitas melalui program sosial bank Indonesia (PBSI) peduli tepian negeri kerjasama dengan Korem 161/WS menggelar bhakti sosial pelayanan kesehatan gratis, pembagian 300 paket sembako bagi kelompok tani dan paket gizi bagi balita, juga penyerahan bantuan peralatan jambanisasi kepada Camat Kakuluk Mesak.
“BI ingin mengangkat sinergitas dalam hal memberikan bantuan melalui lantainisasi, jambanisasi, juga bantuan pengobatan gratis bagi 229 anak balita dan penyaluran 300 paket sembako bagi kelompok tani di Fatuketi.
Lanjut Sinaga, Program sosial Bank Indonesia ini ada di 4 Propinsi, selain NTT diwilayah Belu juga di Riau, Kalimantan dan Papua. Ada juga kegiatan sosial BI di bidang pendidikan sinergi dengan cara masuk ke sekolah bersama TNI, menyampaikan pembekalan bela negara dan cinta rupiah serta pembagian 10000 pin cinta rupiah bagi pelajar.
“Program ini untuk memberikan kepedulian terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat khusus di daerah-daerah di tepian negeri sesuai amanat Presiden RI yang mempunyai program nawacita,” sebut dia.
Bupati Belu Willy Lay menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bank Indonesia yang mempunyai kepedulian terhadap masyarakat di daerah perbatasan Kabupaten Belu.
“MoU ini memberikan manfatkan ekonomi yang lebih baik untuk perekonomian masyarakat perbatasan Belu. Dengan MoU ini dapat terjadi transfer mengenai pengembangan bawang bagi para kelompok tani,” kata Lay.

