Penerangan Jalan Dominasi Keluhan Warga Dalam Reses DPRD

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Berdasarkan hasil reses anggota DPRD Kota Kupang disemua wilayah daerah pemilihan (dapil) di enam kecamatan, banyak warga yang masih mengeluhkan penerangan jalan. Bahkan khusus untuk kecamatan Kota Raja, banyak warga yang mengeluhkan penerangan jalan, dan mereka meminta Anggota DPRD asal dapil tersebut bisa memperjuangkan penerangan jalan diwilayah mereka.

“Keluhannya memang sebagian besar, khusus di kecamatan Kota Raja, berdasarkan hasil reses saya. Tercatat ada permintaan sebanyak titik nyala yangdinilai krusial dan sangat dibutuhkan warga sekitar,” kata Anggota DPRD asal Dapil Kota Kupang V Kota Raja, Nikky Uly kepada wartawan di kantor DPRD Kota Kupang, Senin (29/8/2016)

Nicky Ully yang saat ini menjadi Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Kupang menjelaskan, selain perminyaan penerangan jalan, masih ada juga permintaan warga untuk perbaikan infrastruktur jalan, mulai dari perbaikan jalan, hingga pembuatan jalan baru, khususnya di Kelurahan Batuplat, Bakunase I, Bakunase II, dan Kelurahan Airnona.

Hal yang sama juga disampaikan, Ketua Komisi II, DPRD Kota Kupang Melkianus  Balle. Menurutnya, dari hasil reses jaring aspirasi masyarakat untuk Dapil Kota Kupang I, yang meliputi wilayah Kecamatan Kota Lama dan Kelapa Lima secara keseluruhan keluhan warga sebagian besar pada lampu penerangan jalan khususnya dibeberapa wilayah kelurahan seperti Oesapa, Kelapa Lima. Diwilayah itu  Karena tingkat kriminilitas cukup tinggi.

“Permintaan lampu penerangan jalan untuk wilayah Oesapa yakni Rt 01 dan Rt 05, serta Rt 15. saya berharap dengan adanya penambahan 3000 lampau jalan oleh pemerintah kota dapat ditribusikan secara baik dengan melihat luas wilayah. selaku ketua Fraksi Hanura di DPRD Kota Kupang, saya juga mendapat masukan dari Anggota Fraksi dari Dapil Kecamatan Maulafa, dan Oebobo,” jelas Balle.

Selain lampu jalan, kata Balle,yang menjadi perhatian pemerintah juga sesuai dengan pengeluhan warga diwilayah Kelapa Lima yakni soal MCK pada sekolah SD Impres Oesapa. Di sekolah tersebut tidak terdapat fasilitas MCK sehingga menyulitkan murid dan guru ketika hendak buang hajat. Para guru dan orangtua murid meminta pemerintah, setidaknya membangun dua unit MCK agar bisa dimanfaatkan guru dan murid disekolah itu. Selain itu masih ada permintaan warga di sekitar jalan Timor Raya, soal drainase, dan sumur resapan air.

“Saya juga mengingatkan pemerntah dapat memperhatikan masalah drainase dan sumur resapan, agar bisa mengantisipasi genangan air saat musim hujan, Karena masih ada pengeluhan warga khususnya wilayah jalan umum yang tidak ada drainase dan sumur resapan,” kata Balle.