Kecamatan Satar Mese Utara, Memeriahkan HUT RI Ke-72 dengan Pagelaran Caci Antara SD
Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (HUT NKRI) Ke-72 tahun 2017, berbagai atraksi menarik dan unik ditampilkan diberbagai daerah tentunya.
Di kecamatan Satar Mese Utara, kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satunya, kemeriahan itu sungguh terlihat dan dirasakan masyarakat usai pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Paroki St. Padre Pio Langke Majok dengan mengadakan pagelaran budaya Manggarai, yaitu Tarian Caci antara Sekolah Dasar (SD) di 4 gugus pada wilayah itu.
Pagelaran caci itu diperankan secara serius oleh anak-anak SD dari 4 gugus atau 16 Sekolah Dasar di wilayah itu. Mereka bertanding secara serius antara gugus 01 dan gusus 04 melawan gugus 02 dan gugus 03.
Gugus 01 dan Gugus 04 berperan sebagai ‘tuan rumah’, yang terdiri dari, SDK Lange Majok, SDI Dantar, SDI Kenggu, SDI Ruang, SDK Kole, SDI Pong Wakar, dan SDI Watu Wohe.
Sedangkan, berperan sebagai ‘Meka Landang’ (tamu kehormatan yang diundang khusus sebagai lawan) adalah gugus 02 dan gugus 03, yaitu SDI Ranging, SDK Lukup, SDI Tungga, SDI Mowol, SDI Bea Suhang, SDK Wae Wejang Raci, dan SDI Manda.
Camat Satar Mese Utara, Aloysius Jebarut, SP.d disela-sela menyaksikan kemeriahan itu, kepada NTTOnlinenow.com menyampaikan apresiasi kepada para guru dan semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut, terutama kepada para siswa-siswi.

Tarian Caci ini sangat tepat dilakukan di wilayah ini karena sebagai salah satu pusat budaya Manggarai yang perlu dilestarikan. Selain budaya, juga sebagai daerah pariwisata, seperti Niang Todo dan Wae Rebo, termasuk kreativitas masyarakatnya dibidang tenun ikat (Kain Songke). Kedepannya, Caci ini akan diagendakan sebagai agenda rutin tahunan, katanya.
Sementara itu, kepala UPTD Kecamatan Satar Mese Utara, Thomas Jelahu, mengatakan, tarian Caci ini harus dilestari sejak dini oleh anak-anak kita mulai dari tingkat SD. Apalagi wilayah ini merupakan pintu masuk dan keluarnya para wisatawan mancanegara yang hendak ke Pariwisata Niang Todo dan Wae Rebo.
Baca juga : Kejari Manggarai Tetapkan Tiga Tersangka Baru Dalam Kasus Alkes Matim
Senada dengannya, Ketua Panitia Kegiatan, Maximus Lantar juga menambahkan, bahwa Caci ini sengaja diperankan oleh anak-anak SD sebenarnya semata-mata untuk melestarikan budaya asli Manggarai yang telah diwariskan para leluhur kita terdahulu sejak dini saat mereka masih dibangku SD.
“Kita harus menanamkan nilai-nilai budaya itu kepada generasi penerus, sejak kecil mulai dari bangku SD,” ujar Lantar.
Sebab jika tidak demikian maka, bukan tidak mungkin akan menjadi asing atau sesuatu yang tidak lazimnya bagi generasi muda kita kedepannya sehingga menjadi luntur bahkan hilang nantinya.

Apalagi dengan masuknya berbagai budaya-budaya asing atau modernisasi, seperti teknologi internet melalui alat komunikasi, salah satu misalnya Hand Phone (HP) saat ini yang membuat generasi kita semakin terlena sehingga melupakan budaya asli kita sendiri. Sementara Satar Mese Utara ini sebagai gerbang masuk dan keluarnya para wisatawan.
Kegiatan tersebut diawalai dengan seremonial ‘Tuak Curu, Teing Loce dan Tuak Reis’ (penyambutan dan sapaan adat sekaligus pemberian tempat) kepada ‘Meka Landang’ oleh tuan rumah dalam bahasa adat Manggarai dan dilakukan oleh siswa sendiri. Semua siswa-siswi dan para guru terlihat mengenakan pakaian adat Manggarai.
Acara itu juga diiringi dengan tabuan gong dan gendang oleh siswa-siswi dari SDI Pong Wakar.
Ribuan penonton siang itu hadir memadati sekitar arena pertunjukan.
Terlihat pula sejumlah Anggota DPRD dari daerah pemilihan Satar Mese Utara, diantaranya David Suda, Magdalena Manul, Hironimus E. Sahur, dan Bonavantura Onggot dari Dapil Langke Rembong, Pastor Paroki St. Padre Pio Langke Majok, Romo Ardus, para Guru, Kepala Desa dan perangkat desa serta masyarakat dari berbagai desa di kecamatan Satar Mese Utara dan sekitarnya, bahkan sejumlah wisatawan mancanegarapun sempat menyaksikan kemeriahan itu.

