Pascagempa Flores, Insan PLN Kawal Keandalan Listrik di GI Ulumbu
Manggarai, NTTOnlinenow.com – Sebagai upaya untuk memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang bergerak cepat mengambil langkah-langkah strategis pemeliharaan preventif. Melaui tim teknis dari Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Flores Bagian Barat, PLN mengawal ketat keandalan infrastruktur di Gardu Induk (GI) Ulumbu, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Aksi tanggap dan presisi ini bertepatan dengan momen bersejarah peringatan Hari Sumpah Pemuda serta Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, yang melambangkan semangat pantang menyerah insan PLN dalam menerangi hingga ke pelosok negeri.
Inspeksi dan pengujian teknis difokuskan pada tiga titik krusial penopang sistem kelistrikan setempat, yakni Bay Line Ruteng #2 (29 September 2026), Bay Kopel GI 70 kV Ulumbu (30 Oktober 2026), dan Bay Trafo (TFT) GI Ulumbu (31 Oktober 2026).
Manager ULTG Flores Bagian Barat, Reza Bagus Nugrahardiyono, menjelaskan bahwa assessment menyeluruh ini merupakan bentuk mitigasi risiko untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
“Kami memeriksa dan menguji setiap komponen secara detail sesuai standar operasional yang ketat. Langkah preventif ini memastikan seluruh potensi kendala dapat diatasi sebelum berdampak pada aktivitas masyarakat. Keandalan peralatan dan keselamatan personel selalu menjadi prioritas utama kami,” jelas Reza.
Dalam inspeksi mendalam ini, Tim Pemeliharaan (HAR) ULTG Flores Bagian Barat menguji seluruh peralatan utama gardu induk. Pengujian mencakup Pemutus Tenaga (PMT), Current Transformer (CT), Lightning Arrester (LA), Disconnecting Switch (DS), Capacitive Voltage Transformer (CVT), Transformator Tenaga, Neutral Grounding Resistor (NGR), hingga sistem proteksi. Metodologi pengujian meliputi uji tahanan isolasi, tahanan kontak, tan delta, uji fungsi proteksi, hingga pengujian spesifik Dissolved Gas Analysis (DGA) dan Sweep Frequency Response Analysis (SFRA) pada transformator.
Seluruh proses dilaksanakan dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat di bawah pengawasan pekerjaan oleh Iksan Baitanu dan pengawasan K3 oleh Piter Ramos—diawali dari safety briefing, pembebasan tegangan, hingga pemasangan grounding.
Saat ini, tahapan penormalan sistem kelistrikan pada Bay Kopel dan Bay TFT GI Ulumbu telah berhasil dirampungkan. Pemantauan lanjutan seperti pengukuran thermovisi serta pemeriksaan penggerak DS Bus #2 terus dikawal hingga tuntas.
Menanggapi kesiapsiagaan jajarannya di lapangan, Manager PLN UPT Kupang, Hikmah Prasetia, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para petugas yang tak kenal lelah menjaga pasokan energi bagi masyarakat.
“Semangat Hari Sumpah Pemuda dan peringatan Hari Listrik Nasional ke-81 menjadi pendorong utama bagi para pahlawan kelistrikan kita di lapangan. Assessment pascagempa di GI Ulumbu ini bukan sekadar rutinitas pemeliharaan teknis, melainkan wujud nyata komitmen dan rasa kepedulian PLN untuk menghadirkan rasa aman serta ketenangan bagi masyarakat Flores melalui pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan,” ujar Hikmah.
Melalui komitmen berkelanjutan ini, PLN UPT Kupang terus memperkuat ketahanan infrastruktur kelistrikan melalui pemeliharaan preventif dan pembudayaan keselamatan kerja (safety culture), demi menghadirkan layanan listrik terbaik bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.***

