Wabup Belu Buka FGD Diseminasi Inovasi Daerah

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Pembangunan daerah yang berkualitas memerlukan pemerintah yang mampu beradaptasi, kreatif dan terus melakukan perbaikan. Oleh karena itu, inovasi daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Demikian Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Inovasi Daerah Kabupaten Belu Tahun 2026 bertempat di Gedung Betelalenok, Atambua, Kabupaten Belu, Selasa (28/7/2026).

Dia mengajak seluruh perangkat daerah agar menjadikan inovasi daerah sebagai budaya kerja dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Vicente menyampaikan, Kabupaten Belu sebagai wilayah beranda terdepan Negara memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Inovasi harus lahir dari potensi dan kearifan lokal sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah,” ujar dia.

Vicente menegaskan, inovasi tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif ataupun sekadar memenuhi penilaian dalam kompetisi.

“Inovasi tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif atau sekadar memenuhi penilaian, melainkan menjadi budaya kerja dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” ketus dia.

Vicente mengungkapkan, Pemkab Belu berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.

“Karena itu, seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, sekolah, puskesmas, hingga unit pelayanan publik didorong menghadirkan berbagai terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ucap dia.

Momen itu, Vicente juga menyoroti keberhasilan SMP IL Kapten Fatubaa yang meraih Juara Utama Regional pada ajang AIA Healthiest Schools 2026 di Bangkok, Thailand melalui inovasi Huka Upcycling Project (HUP) yang memanfaatkan kulit pisang menjadi produk bernilai tambah.

Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi sederhana yang lahir dari daerah mampu bersaing di tingkat internasional.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berprestasi. Justru dari beranda terdepan negara, Kabupaten Belu mampu menunjukkan bahwa gagasan yang lahir dari kepedulian, kreativitas, dan semangat melayani mampu mendapat pengakuan dunia,” sebut dia.

Vicente berharap keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi sesuai bidang tugas masing-masing.

Lebih lanjut Wabup Belu mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut sebagai wadah bertukar pengalaman, gagasan, dan membangun kolaborasi dalam mengembangkan inovasi daerah.

“Jangan takut untuk memulai perubahan, jangan ragu untuk berkreasi, dan jangan cepat berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai. Setiap gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adalah inovasi yang patut kita dukung dan kembangkan bersama,” ungkap dia.