Budayakan PS4, PLN ULP Larantuka Pastikan Pelayanan Kelistrikan Berjalan Lebih Humanis

Bagikan Artikel ini

Larantuka, NTTOnlinenow.com – Memaknai momentum Hari Lahir Pancasila dengan aksi nyata, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Larantuka bergerak menembus batas rutinitas teknis demi menyentuh hati masyarakat. Berkomitmen menghadirkan keadilan sosial melalui pelayanan yang humanis, PLN ULP Larantuka menggelar refreshment Program PS4 (Penampilan, Sikap, Senyum, Salam, dan Sapa) bagi seluruh petugas garda terdepan (frontliners) pada Selasa (02/06).

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan momentum bagi para petugas pelayanan teknik dan administrasi untuk membumikan nilai-nilai Pancasila—khususnya kemanusiaan dan gotong royong—ke dalam interaksi sehari-hari bersama pelanggan. Program PS4 menjadi kompas moral bagi petugas dalam membangun hubungan yang hangat, setara, dan penuh rasa hormat kepada setiap lapisan masyarakat.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT), F. Eko Sulistiono, menegaskan bahwa semangat Hari Lahir Pancasila harus tecermin dari bagaimana insan PLN memperlakukan masyarakat. Pelayanan kelistrikan tidak boleh kaku, melainkan harus memiliki “jiwa” yang mengayomi.
“Pancasila mengajarkan kita tentang kemanusiaan yang adil dan beradab. Bagi PLN, hal itu diwujudkan dengan melayani setiap pelanggan tanpa membeda-bedakan, lewat tutur kata yang santun dan tindakan yang solutif. Melalui penguatan Program PS4 ini, kami ingin memastikan kehadiran PLN di NTT tidak hanya membawa terang benderang bagi rumah-rumah warga, tetapi juga membawa kehangatan dan rasa nyaman melalui senyum, salam, dan sapa yang tulus dari petugas kami,” ujar Eko.

Sejalan dengan hal tersebut, Manager PLN ULP Larantuka, Yuvenalis Irovanto Malar menyampaikan bahwa kualitas pelayanan terbaik adalah bauran antara keandalan teknis dan keluhuran budi pekerti petugas saat berhadapan langsung dengan kendala warga di lapangan.

Dalam sesi refreshment tersebut, para petugas tidak hanya menerima teori standar pelayanan, tetapi juga melakukan simulasi interaksi humanis dalam berbagai kondisi darurat di lapangan. Petugas dilatih untuk tetap tenang, responsif, dan menenangkan pelanggan saat terjadi gangguan kelistrikan.

Yohanes Jian De Rosari, salah satu Petugas Pelayanan Teknik yang sehari-hari bertaruh peluh di lapangan, menyambut hangat kegiatan ini. Baginya, menyapa dengan senyum adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral sebagai pelayan masyarakat.
“Tugas kami bukan cuma memperbaiki kabel atau tiang yang rusak, tapi juga menenangkan hati warga yang aktivitasnya terganggu karena mati lampu. Lewat PS4 ini, kami diingatkan lagi bahwa komunikasi yang baik dan sikap yang ramah adalah obat pertama untuk ketidaknyamanan pelanggan. Kami ingin warga merasa bahwa petugas PLN adalah bagian dari keluarga mereka yang siap membantu,” ungkap Jian dengan antusias.

Melalui momentum ini, PLN ULP Larantuka berharap penerapan budaya PS4 yang bersendikan nilai luhur bangsa dapat terus melekat erat menjadi identitas kerja seluruh insan PLN dan mitra kerja. Dengan demikian, pelayanan kelistrikan yang andal, profesional, dan humanis dapat dirasakan secara merata demi kepuasan sejati pelanggan di ujung timur Pulau Flores.(*)