Bank NTT Siap Support Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com-Bank NTT sebagai Bank pengelola keuangan daerah siap menyukseskan dan berkolaborasi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Belu wilayah perbatasan RI-RDTL

Demikian Kepala Bank NTT Cabang Atambua, Adi Pontus kepada awak media usai kegiatan Customer Gathering bertempat di Aula CU Kasih Sejahtera Atambua, Rabu (24/4/2024) malam.

Menurut dia, seperti yang disampaikan Sekda Belu bahwa ketersedian dana infrastruktur kurang lebih 400 miliar dan itu belum termasuk dana Desa yang dikelola atau dikerjakan oleh pihak ketiga.

“Sehingga, momentum itu kita sama- sama berkolaborasi, Bank NTT sebagai bank pengelola dana keuangan daerah untuk menyukseskan pembangunan itu,” ujar Adi Pontus.

Dijelaskan, banyak pembangunan infrastruktur di Kabupaten Belu yang dibiayai oleh Bank NTT pada tahun 2023 lalu. “Seperti pembangunan jalan, jembatan, dan juga pembangunan rumah, anggaran dari Pemda yang dibiayai dari Bank NTT,” urai dia.

Adi Pontus menegaskan, Bank NTT membiayai sehingga bisa mempercepat pembangunan yang dilakukan supaya kontraknya selesai tepat waktu yang telah ditentukan. “Karena itu pengusaha atau kontrak butuh modal. Sehingga hari ini Bank NTT mengundang semua kontraktor untuk hadir dan mengikuti kegiatan Customer Gathering,” terang dia.

Menurut dia, kehadiran pihak ketiga dalam kegiatan customer gathering hari ini merupakan momentum yang tepat untuk melihat peluang-peluang ada. Selain itu bersama-sama mengetahui peluang yang ada di sini itu apa-apa saja.

“Karena anggaran Rp 400 miliar itu cukup banyak dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan yang ada di Kabupaten Belu,” ungkap Adi Pontus.

Kaitan itu, dia kembali tegaskan pihak Bank NTT siap mensuport pembangunan yang ada di Kabupaten Belu dari sisi pembiayaan. “Dari sekian banyak program pembangunan ini kalau kita biayai maka bayangkan berapa kontribusi untuk ke PAD nanti. Kalau kitakan Bank Daerah tentu ada deviden kepada pemerintah daerah,” ucap Adi Pontus.

Lanjut dia, pada 2023 lalu deviden, keuntungan Bank NTT yang disetorkan ke pemerintah Daerah kurang lebih Rp 7 miliar diluar jasa giro. “Untuk jasa giro kurang lebih Rp 1 miliar, jadi kurang lebih Rp 9 miliar yang kita serahkan ke Pemda atau masuk ke PAD Kabupaten Belu,” beber Adi Pontus.

Dikatakan, ketika pengusaha-pengusaha lokal di Kabupaten Belu memanfaatkan pembiayaan ini, tentu keuntungannya akan berpindah dari pihak satu ke pihak yang lainnya. “Hal itu yang coba kita dorong agar uang tersebut hanya berputar di Kabupaten Belu saja,” tutup Adi Pontus.