NasDem: BPK Kalah Beken dari Akuntan Publik

Bagikan Artikel ini

Jakarta, NTTOnlinenow.com – Politisi dari Partai NasDem Johny G Plate menyebut BPK saat ini kalah tenar dari akuntan publik. Hal ini disampaikan Johny dalam uji kepatutan dan uji kelaikan calon anggota BPK kemarin, Selasa (04/04). Vonis terhadap lembaga akuntan milik negara ini berdasarkan persepsi publik yang menganggap produk-produk BPK yang dirilis tergantung pada pembicaraan dan ruang-ruang rapat. Kondisi ini menurutnya sangat berbahaya, sebab hasil auditnya bisa menjadi pembicaraan di kalangan auditor.

“Bahaya ini, BPK kalah tenar dengan public accountant jika dibanding dari hasil audit BPK,” ungkapnya melalui siaran pers Fraksi Nasdem.

Johny mencoba menggali para kandidat dengan menanyakan mengenai Tupoksi BPK, apakah perlu ditambah atau tidak. Kalaupun ditambah, fungsi apa yang cocok untuk mengisi formasi di BPK? Hal ini menurut Johny tentunya akan berpengaruh pada kredibilitas hasil audit ditengah beban kerja yang sangat banyak.

Baca : Agar Tak Menjalar Komisi IX Minta Pemerintah Harus Respon Cepat Virus Antrhax

Agung Firman, salah satu calon anggota BPK berpendapat bahwa 1.467 auditor BPK dirasa kurang cukup dalam rangka tugas pemeriksaan. Volume keuangan negara yang diaudit tiap tahun terus meningkat, tapi sebaliknya jumlah akuntan dan auditor stagnan.

Proses uji kelaikan dan uji kepatutan calon anggota Badan Pemerika Keuangan kini menginjak hari kedua. Kali ini Komisi XI menguji enam calon anggota diantaranya Max H Pohan, Agung Firman Sampurna, Sjarifudin Mosii, Mustoha Iskandar, Eko Sembodo.

Sebelumnya ada 7 calon anggota yang telah diuji kepatutan dan kelaikannya oleh Komisi XI. Masih ada 13 calon anggota BPK yang akan diuji, dan diuji secara marathon sampai hari Kamis besok.