Begini Percakapan Upaya Pemerasan Kanitres Polsek Biboki Selatan, Terhadap Warga Sipil Dalam Perkara Pencurian Ternak Sapi

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Herman Keke, warga desa Keun, Kecamatan Insana dituding tanpa bukti terlibat sebagai pelaku pencurian ternak sapi di wilayah Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Tudingan tanpa bukti itu, membuat Herman merasa tidak nyaman, terus dikejar dan dimintai uang Rp5 hingga Rp8 juta Aipda Andreas Lou selaku Kanitres Polsek Biboki Selatan.

Setelah kasih nanti, ungkap Herman, ia dijanjikan akan diamankan dari kasus pencurian ternak sapi. Tapi aneh menurut Herman lantaran dia tidak pernah terlibat pencurian ternak sapi di wilayah Biboki Selatan.

“Saya dikejar terus dimintai uang, tapi saya bukan pelaku pencurian sapi. Para pelaku sudah tertangkap sejak Rabu, 21 Juni 2023 lalu. Bahkan mungkin sekarang ini sudah selesai putusan sidang Pengadilan’, ungkap Herman saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 2 Oktober 2023.

Berikut video percakapan telpon antara oknum polisi dan targetnya Herman Keke dalam bahasa daerah (Dawan Timor).

“Kapan kita bisa bertemu, dari kamu saja”,kata Andreas Lou saat menelpon targetnya.

“Kami masih petik asam”, jawab Herman.

“Neu …. kamu cari berapa saja, berapa saja juga baik. Kalau sebentar sore bisa ketemu saya atau tidak”, tanya Andreas Lou lagi.

“Kami biasa pulang petik asam sudah malam, pak. Nanti baru saya telpon saja”, tandas Herman.

Andreas Lou pun menyampaikan maksudnya menelpon Herman Keke.

“Maksud saya telpon ini supaya kita bisa ketemu to. Berapa saja tidak apa – apa. Nanti baru kita atur, bisa to. Yang penting jangan omong sembarang di kampung situ. Diam – diam saja, kerja terus. Tetapi kalau sudah ketemu saya kita juga pasti amankan kakak Herman. Berapa saja tidak apa – apa”, bujuk Andreas Lou.

Ia mengajak targetnya bertemu besok sorenya saat menelpon Herman di pagi hari tanggal 5 Agustus 2023.

“Kalau besok sore sudah bisakah? Jam 6 sore begitu tunggu saya di cabang Manufui situ”, tanya Andreas.

“Lihat saja, nanti kita batelpon pak”, kembali dijawab Herman dengan nada memelas.

“Maksudnya kalau sore bisa atau tidak? Jangan matikan HP, untuk apa matikan HP, jangan takut saya”, kata Andreas Lou.

“HP tidak mati pak, hanya masalah kami petik asam di tempat yang tidak ada jaringan”, sambung Herman.

“Iya…jangan kasih mati HP, kecuali kita kasih mati orang baru kita takut dan kasih mati HP”, pinta Andreas Lou.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, saat terbit pemberitaan dugaan pemerasan, Senin malam, tanggal 2 Oktober, Selasa paginya sekitar pukul 07.00 Wita, Herman didatangi dua oknum polisi dari Polsek Biboki Selatan.

Ia kemudian dibawa ke Polsek Biboki Selatan untuk diambil keterangan.

Saat dikonfirmasi Selasa sore pertelepon, Herman Keke membenarkan jika dirinya dibawa ke Polsek Biboki Selatan sejak pagi.

“Iya betul, saya didatangi dua anggota polisi dan dibawa ke Polsek Biboki Selatan.

Ada polisi lain kemungkinan dari Polres TTU ambil keterangan saya terkait dugaan keterlibatan saya dalam kasus pencurian ternak sapi. Setelah saya diperiksa, tidak didapati keterlibatan saya dalam kasus itu. Sayapun akhirnya dipulangkan ke desa Keun Kecamatan Insana”, jelas Herman.

Diberitakan sebelumnya, Komplotan pencurian ternak sapi di Kecamatan Biboki Selatan, telah berhasil diringkus aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Biboki Selatan, Rabu 21 Juni 2023 lalu.
Meski demikian, salah satu warga Sipil, Herman Keke yang beralamat di Desa Keun Kecamatan Insana masih menjadi target pengejaran oknum pejabat Polsek Biboki Selatan dengan tuduhan ikut terlibat sebagai pelaku pencurian ternak sapi.

Anehnya, Herman Keke dituding ikut terlibat namun bukannya dipanggil untuk diperiksa dan ditangkap melainkan dimintai uang senilai Rp8 juta.

“Saya dihubungi Kanitres Biboki Selatan, Pak Andreas Lou sejak bulan Juli hingga sekarang. Saya dituding terlibat sebagai pelaku pencurian sapi. Anehnya, kenapa saya tidak ditangkap saja kalau memang ada bukti kuat”, kata Herman.

Ia juga kesal, kerap dimintai uang oleh oknum pejabat tersebut.
Foto Istimewa : Pelaku pencurian ternak sapi dan sejumlah Barang Bukti yang diamankan aparat Polsek Biboki Selatan, 21 Juni 2023 lalu.

“Saya sering ditelpon, dimintai uang Rp8 juta. Dari Rp8 juta turun ke Rp5 juta. Saya bilang saya tidak punya uang, mau ambil uang sebanyak itu darimana. Trus saya kasih uang untuk apa, saya tidak terlibat mencuri dan para pelaku pencurian ternak sapi juga sudah ditangkap sejak bulan Juni 2023 lalu”, aku Herman.

Bahkan, lanjutnya pernah saat ia berada di wilayah Biboki dalam suasana kedukaan keluarga, Kanitres Bisel, Andreas Lou menelponnya dan meminta bertemu di sana.

Ketiga pelaku pencurian ternak sapi yang telah ditangkap aparat Polsek Biboki Selatan yakni Ignasius Tubani (61), Laurensius Taeki (61), dan Lambertus Kolne (50).

Foto Istimewa : Pelaku pencurian ternak sapi dan sejumlah Barang Bukti yang diamankan aparat Polsek Biboki Selatan, 21 Juni 2023 lalu.