Laudato Si Platform, Uskup Atambua Bersama Umat Katolik Tanam 1.000 Jeruk Keprok di Area Gereja Laktutus
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku Pr bersama umat Katolik menanam 1.000 anakan tanaman jeruk Keprok di kompleks Gereja Paroki Laktutus, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (14/01/2023).
Hadir dalam aksi Laudato Si Platform itu, Camat Nanaet Duabesi dan jajaran, Kadis PUPR Belu, Pengurus Pusat Pastoral KA. Atambua, Kepala UPTD Puskesmas Laktutus, Danpos Laktutus Satgas Yonif RK 744/SYB beserta Anggota, Anggota Pos Polisi Laktutus, para OMK serta Umat Paroki Laktutus.
Diketahui 1.000 anakan Jeruk Keprok tersebut merupakan sumbangan dari BPDASHL Banain Noelmina Kupang kepada Paroki Hati Kudus Yesus Laktutus yang dijadikan tempat Laudato Si Platform bersama pihak Kecamatan, Dinas PUPR serta umat da warga setempat.
Menurut Uskup Domi Saku, ada beberapa alasan penanaman anak jeruk di kompleks Paroki Hati Kudus Yesus Laktutus di wilayah Belu yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Timor Leste.
Alasan pertama, Paroki Laktutus dipercayakan penggembalaan kepada para pastor OFM dan yang yang menjadi spiritual mereka adalah spiritual santu fransiskus yang menekankan pada relasi antara manusia dengan alam sekitanya.
Kedua, Paroki ini sementara membangun Gereja parokinya dan menjadi satu-satunya paroki di Keuskupan Atambua yang berbentuk seperti stadion olahraga.
Ketiga, Paroki ini sebenarnya menjadi satu daerah potensi pengembangan buah-buahan.

Keempat, Paroki ini juga direncanakan untuk menjadi salah satu destinasi wisata religi, wisata kuliner dan agrowisata nanti juga bias dikembangkan menjadi wisata budaya.
Uskup Domi Saku menyampaikan terima kasih kepada pihak BPDASHL Banain Noelmina Kupang, Pastor Paroki bersama umat, Camat bersama masyarakat yang senantiasa bekerja sama dan bahu membahu melaksanakan semua kegiatan di Paroki Laktutus.
“Terimakasih juga kepada pihak TNI/Polri yang selalu bersama-sama masyarakat , kita berharap agar situasi ini menjadi kesempatan kita membangun kebersamaan yang menjadi tema dari Program Sinode Pastoral Gereja “berjalan bersama didalam persekutuan partisipasi dan misi. Inilah yang bisa kita canangkan untuk menjalankan banyak program dari Bapak Suci di Roma yang diturunkan ke tingkat Asia dan turun lagi ke tingkat KWI dan ke Keuskupan,” ujar dia.
Lanjut dia, Keuskupan Atambua sudah dilaksanakan dari tahun 2019 sampai dengan sekarang dan akan dilaksanakan terus sampai dengan 2026 untuk mengakhiri Laudato Si explatforum dan di Keuskupan akan dilanjutkan hingga tahun 2030 pada saat Keuskupan mencanangkan Keuskupan mandiri dari segi pemberdayaan umat, segi pengembangan iman dan ketenagakerjaan
Sementara itu, Camat Nanaet Duabesi Vinsensius Mau menyampaikan terimakasih kepada Uskup Atambua yang telah ikut berpartisipasi dan bahkan memberikan anakan jeruk untuk ditanam di kompleks Paroki Laktutus.
“Terimakasih kepada yang mulia Uskup Atambua yang telah berpartisipasi dalam aksi hari ini. Saya sebagai Camat, bersama dengan Pastor Paroki, TNI/POLRI serta masyarkaat akan menjaga apa yang sudah ditanam hari ini,” ketus Vinsen.

