Silaturahmi Bersama Awak Media, Kapolsek Lasiolat : Pentingnya Jalin Komunikasi 

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com-Selain menjalin sinergitas, komunikasi antar Kepolisian dengan insan jurnalis juga perlu dijalin guna saling tukar informasi.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Lasiolat, Ipda Agus Haryono saat silaturahmi bersama awak media di Mapolsek Lasiolat, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (3/12/2022).

Silaturahmi santai bersama dikemas dalam coffe morning dihadiri belasan jurnalis baik dari media cetak, online dan elektronik serta jajaran personil Polsek Lasiolat.

Menurut Agus, banyak manfaat yang didapat dari menjalin komunikasi antar mitra kerja. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik aka berdampak pada hubungan kerja yang harmonis antar Polisi dan media.

Dia menegaskan, komunikasi antar sesama baik itu sesama pribadi maupun institusi sangat penting. Begitu pula Polisi dan Jurnalis sebagai mitra sangat penting menjalin komunikasi.

“Intinya jalin komunikasi, berdiskusi, saling tukar informasi sehingga terciptanya kamtibmas kondusif,” kata Mantan KBO Reskrim Polres Belu itu.

Diharapkan, lewat silaturahmi ini selain terjalin komunikasi efektif yang harmonis, juga terjalin sinergitas bersama kedepannya dalam menjalankan tugasnya sebagai Polisi dan wartawan.

Masih menurut Agus, dalam tahun 2022 kasus yang paling menonjol di wilayah hukum Polsek Lasiolat didominasi kasus KDRT dan penyelesaian kasusnya melalui jalur restorasi justice.

“Situasi kamtibmas sejauh ini kondusif, tapi kita lengah dan terus pantau situasi,” ujar Agus yang baru sebulan jabat Kapolsek Lasiolat.

Agus menuturkan, terdapat sebanyak 7 (tujuh) Desa dalam wilayah hukum Polsek Lasiolat. Setiap anggota Babhinkamtibmas merangkap tiga desa binaannya dan sisa anggota di Mapolsek.

“Saat ini kita kekurangan anggota, ada empat jabatan yang kosong yakni, Kanit Intel, Kanit Reskrim, Kanit Binmas dan KSPKT3,” akui mantan Kasi Propam Polres Belu itu.

Kendati demikian, anggota Polsek Lasiolat selalu berbaur, berkoordinasi dengan tokoh adat hingga warga binaan guna mencegah konflik demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.