Sukses Produksi Telur, Peternak Apingki Binaan Kodim Belu Hasilkan DOC
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kelompok ternak ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Anak Pinggir Kali Tenukiik (Apingki) binaan Kodim 1605/Belu mulai merambah usahanya dengan menghasilkan produksi telur ayam KUB.
Pengembangan usaha ternak ayam KUB itu guna memenuhi permintaan pasar akan pasokan kebutuhan ayam yang terus berkembang dari waktu ke waktu dan semakin meningkat, baik daging maupun telurnya.
Menurut Serda Zaenal Abidin Anggota Kodim 1605/Belu selaku pemilik ternak ayam KUB Apingki, keunggulan berternak ayam KUB ini salah satunya yakni bisa memproduksi telur yang lebih banyak dari pada ayam kampung biasa.
Lanjut Babinsa Koramil 1605-06/Halilulik itu, bersama kelompok ternaknya dia memutuskan menghasilkan Day Old Chicks (DOC) atau anak ayam usia sehari komersial
sendiri dari usaha ternak ayam KUB.
Karena prospeknya yang cukup menjanjikan dan juga keunggulan dalam menghasilkan telur yang cukup tinggi dan untuk meningkatkan usaha ternak ayam KUB ini serta untuk meningkatkan skala usahanya.
“Secara ekonomi, usaha ternak ayam KUB ini memiliki 3 keuntungan yang bisa diraup peternak. Mulai dari daging, telur dan DOC yang digunakan untuk penyediaan bibit ayam. Karena permintaan pasar yang meningkat jadi saya berpikir untuk menghasilkan DOC sendiri dengan menggunakan mesin penetas,” sebut dia saat ditemui media di lokasi peternakannya, Rabu (18/5/2022).

Diutarakan, perhari indukan ayam betina yang dikhususkan untuk menghasilkan telur bisa mencapai 30 hingga 40 butir telur, dan dari telur-telur tersebut diseleksi telur ayam yang berkualitas langsung dimasukan kedalam mesin penetas dan sebagian lagi telurnya disiapkan untuk dipasarkan.
“Untuk pemasarannya,telur dijual Rp.3000 perbutir dan kalau dijual per rak nya Rp.90.000,” papar Zaenal.
Masih menurut dia, ayam KUB ini mempunyai prospek yang sangat menjanjikan bila dibanding dengan ayam kampung biasa. Hal ini karena Ayam KUB perawatannya mudah, pertumbuhannya cepat dan lebih produktif dalam menghasilkan telur.
“Apalagi permintaan akan telur ayam saat ini cenderung mengalami peningkatan dan untuk mencukupi permintaan itu tidak cukup karna bila dibandingkan ayam KUB dengan ayam kampung biasa untuk ayam kampung produkifitas bertelurnya lama,” ungkap Zaenal.
Ditambahkan, untuk saat ini dirinya bersama kelompok ternak Apingki masih meminta kiriman pasokan DOC dari pulau jawa. Namun dengan adanya pengembangan usaha ternak untuk hasilkan DOC dirinya meyakini kedepan tidak lagi mengalami kendala dalam pasokan kebutuhan DOC.
“Mudah-mudahan kedepan untuk ketersediaan stok DOC dapat terpenuhi dengan baik sehingga bisa mengatasi jumlah permintaan pasar yang semakin meningkat,” kata Zaenal.

