Apa Kata Mereka: Bukber dan Berbagi Saat Ramadhan, Hingga Pembentukan Wadah PSJN
Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat Muslim di Indonesia. Bulan Ramadhan juga dimanfaatkan bagi berbagai kalangan untuk berbagi. Seringkali kita temui takjil gratis yang disediakan oleh orang yang ingin berbagi di bulan Ramadhan. Sedangkan bagi umat Muslim, memberi makanan atau minuman bagi orang lain yang hendak berbuka puasa menjadi kewajiban meskipun hanya seteguk air.
Bagi organisasi Aliansi Pedagang Industri Kreatif Indonesia (APIKI), Media Independen Online Indonesia (MIO INDONESIA) dan Perempuan Indonesia Maju (PIM), momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai bentuk konsolidasi iman dalam menghadirkan Tuhan dengan berbagi dan buka bersama masyarakat dan pengurus organisasi.
Ramadhan kali ini kita lakukan kolaborasi 3 organisasi yang berbeda platform, dan didukung sejumlah media online Member of MIO Indonesia. Seperti biasa kita membagikan takjil,kerudung, pakaian dan berbuka puasa Bersama pemulung, tukang parkir, pengendara ojol dan masyarakat yang melintasi jalan Cempaka Putih Raya. Ini kegiatan rutin sebagai bentuk sinergi organisasi perusahaan pewarta berita dengan pelaku ekonomi dibidang UMKM, tegas Anto Suroto Ketua Umum APIKI dan penggiat ekonomi kreatif.
“Ya jadi seperti tahun-tahun sebelumnya kami dari APIKI memang rutin melaksanakan bagi-bagi takjil, kerudung, pakaian dan makanan berbuka puasa bagi mereka yang membutuhkan” kata Anto Suruto, Jumat, 22 April 2022.
Sementara itu Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana Koentjoro menyampaikan syukur karena puasa kali ini ditengah kesibukan menjelang mudik, MIO, APIKI dan PIM masih bisa melaksanakan kegiatan bersama sebagai bentuk kepedulian menyambut Hari Raya Idul Fitri.
“Ini bentuk sinergisitas yang perlu kita kembangkan pada progam lintas organisasi. Memang kami sudah niatkan untuk berbagi di Bulan Suci Ramadhan ini. Apalagi dalam keadaan seperti ini mungkin banyak orang yang tidak mampu pasca Covid. Oleh karena itu kami berbagi sedikit menu buka puasa untuk masyarakat di sekitar Cempaka Putih, disamping berbagi kami gunakan waktu ini untuk kumpul dan buka bersama, ” ungkap Lana saat ditemui usai acara tersebut.
Bagi-bagi takjil, pakaian dan sedikit tali kasih buat mereka yang membutuhkan, merupakan momen terbaik harapannya bisa bermanfaat. Terutama pada pengguna jalan yang tidak sempat berbuka puasa bersama keluarga,” lanjut perempuan berdarah Kawanua.
Sementara itu Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie mengungkapkan kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas semua kenikmatan serta masih diberikan kesempatan untuk menjalani ibadah puasa di tahun ini. Selain itu, ini momentum untuk meningkatkan rasa kepedulian antar sesama umat manusia. Dan sekaligus memperkenalkan ketiga organisasi ini kepada masyarakat.
Deklarasi Paguyuban Seniman & Jurnalis Nusantara di Pulau Dua
Sebelumnya bertempat di Pulau Dua Resto, Senayan, Rabu (20/4/2022) dimotori H.Taufik Rahman,SH,S.Sos. (IPJI) dan Hadi Purwanto,SH,MH. Ketua Bidang Hukum MIO Indonesia. Dilaksanakan buka Bersama Bersama sejumlah artis dangdut senior.
Momentum buka bersama artis dangdut dan keluarga besar Tabloidskandal.com, Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI), Media Independen Onlien (MIO) Indonesia melahirkan wadah silahturahmi antara seniman dan jurnalis “Paguyuban Seniman dan Jurnalis Nusantara” (PSJN).
“Paguyuban ini merupakan sinergi antara wartawan, penyanyi dan pengelola portal berita (MIO). Visi dan misinya lebih terfokus pada kegiatan sosial dan showbiz. Lebih khusus pada nasib pekerja musik Lansia, dan masyarakat kurang mampu,” jelas Taufik.
Dalam kaitan tersebut, menurutnya, secara aklamasi undangan yang hadir menunjuk Ketua Bidang Hukum MIOIndonesia Hadi Purwanto,SH,MH sebagai Ketua PSJN dan Hetty Sanjaya selaku Sekretaris.
Sekalipun Taufik Rachman adalah wartawan, dan Hadi Purwanto selaku pimpinan pengusaha media online seluruh Indonesia, bukan bagian dari pekerja musik, namun mereka bertekad mendukung penuh semangat yang dilontarkan penyanyi/pencipta lagu Endang Kurnia dkk mendeklarasikan PSJN.
“Karena paguyuban bersifat kekeluargaan, maka dengan rasa cinta kami akan melakukan pembinaan, dan mengasihi mereka. Jika diperlukan, akan siap membantu permasalahan hak royalti yang selama ini masih belum jelas kontribusinya,” ujar Hadi Purwanto,SH,MH.
Seperti diketahui, sekalipun karya musik mereka pernah hit di tengah masyarakat, namun royalti sebagai hak ekonomi atas karya cipta, masih dikeluhkan pekerja musik. Khususnya nominal yang didapat, tak ada kejelasan. Padahal, hingga saat ini, lagu para pekerja musik senior masih banyak didengar orang. Baik di ruang pribadi, maupun ruang komersil.
Sebenarnya, masalah royalti atas karya musik/lagu sudah diatur dengan baik. Ada Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta) dan yang baru saja ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, yakni Peraturan Pemerintah (PP) No.56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.
Pertanyaannya, kenapa hak ekonomi karya cipta musik/lagu yang sudah diatur secara hukum, namun royalti bagi pekerja musik masih belum jelas pembagiannya?
Padahal, terlebih lagi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), telah menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 36 Tahun 2018 tentang Tata Cara Permohonan dan Penerbitan Izin Operasional Serta Evaluasi Lembaga Manajemen Kolektif. Artinya, dengan begitu, ada lembaga pemerintah yang mengelola dan mengatur hak ekonomi karya cipta musik, yaitu Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).
Idealnya, dengan adanya LMKN besutan pemerintah, perihal kontribusi royalti kepada yang berhak, tak lagi menjadi persoalan panjang. Para pekerja musik bisa menikmatinya, dan menjadi jaminan sosial dari hari tuanya.
“Hayo, kita sukseskan PSJN ini, paguyuban buat seniman musik, dan wartawan. Dua keluarga bersinergi untuk membangun masa depan,” kata Hetty Sanjaya, yang diamini Sekjen MIO Indonesia, Frans X. Watu yang ikut hadir diacara tersebut
Nampak hadir penyanyi dengdut senior yang terdiri dari: Jhony Iskandar, Endang Kurnia, Irvan Mansyur, Hetty Sanjaya, Fenti Nur, Minawati Dewi, Endang Triana, H. Taufik Rachman (IPJI), Sinano Esha (Wapemred Tabloidskandal.com), Nuhroji, Ahdyat dari MIO Indonesia hadir, AYS Prayogie (Ketum) Frans Watu (Sekjen), Hadi Purwanto (Ketua).

