Tekan Harga Cabai, Distanbun NTT Gelar Operasi Pasar

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Untuk menekan tingginya harga cabai yang kini mencapai sekitar Rp85.000/kg, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar operasi pasar cabai di pasar Kasih Naikoten I Kota Kupang, Kamis (26/1/2017).

Kepala Distanbun NTT, Anis Tay Ruba menyampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Senin (30/01/2017).

Anis menjelaskan, harga jual cabai dalam operasi pasar ini Rp60.000/kg. Cabai yang dipakai untuk kegiatan operasi pasar ini dibeli dari para petani cabai di NTT. Untuk operasi kali ini, cabai didatangkan dari para petani di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Amfoang, Kabupaten Kupang. Selain itu akan didatangkan cabai dari pulau Sumba.

Harga cabai di tingkat petani berkisar antara Rp40.000 sampai Rp50.000/kilogram. Setelah dihitung ongkos angkut, maka harga jual cabe sebesar Rp60.000/kilogram. Selain dalam satuan kilogram, juga dijual dalam bentuk eceran menggunakan kaleng susu sebagai takaran dengan harga Rp5.000 dan Rp10.000.

“Setiap pembeli kita hanya layani maksimal satu kilogram. Ini untuk mencegah agar tidak dibeli oleh para pedagang di pasar. Kita benar-benar hanya melayani kebutuhan rumah tangga,” kata Anis.

Baca : Diduga Tak Ada Drainase, Jalan Sabuk Perbatasan RI-RDTL Amblas

Dia menyampaikan, operasi pasar murah cabai sudah dilaksanakan dalam beberapa pekan terakhir. Jumlah cabai yang sudah terjual sekitar 700 kilogram. Operasi pasar akan tetap dilakukan hingga harga cabai di pasar turun hingga Rp40.000 sampai Rp50.000/kg. Operasi pasar hanya difokuskan untuk komoditi cabai karena gampang rusak atau tidak tahan lama.

“Harga jual cabai yang pernah melonjak hingga Rp100.000/kg karena para pedagang mengikuti perkembangan harga pasar nasional. Dimana akibat cuaca ekstrim yang melanda pulau Jawa, pengiriman cabai ke pusat-pusat penjualan atau pasar menjadi terhambat. Akibatnya para pedagang menaikkan harga cabai dan kita di sini pun ikut-ikutan naikkan harga cabai,” jelas Anis.

Mantan Penjabat Bupati Ngada ini menjelaskan, usaha cabai bentukan tim provinsi yang melibatkan sejumlah instansi seperti Distan, Bank Indonesia, Biro Ekonomi Setda, dan Dinas Perindustrian tersebar di hampir semua kabupaten di NTT dengan total luas lahan mencapai 175 hektar. Tahun 2017 ini ditargetkan seluas 375 hektar.

“Kita terus dorong para petani untuk menambah luas tanam dengan memanfaatkan pekarangan yang ditanam di polibek. Saat ini sedang dalam proses persemaian cabai sebanyak 3.000 polibek. Anakan cabai itu akan dibagikan kepada ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita,” papar Anis.