Rezza Octavia Energi Baru Timnas Panahan Dari Papua

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Tim Nasional (Timnas) Panahan Indonesia yang akan berlaga di Kejuaraan Dunia dan Praqualifikasi Olimpiade di Paris, Perancis akhirnya ditetapkan oleh Maneger Timnas Ikhsan Ingratubun 21 Mei 2021 setelah melalui rangkaian seleksi dan scoring test yang dilakukan sejak akhir April 2021.

Riau Ega Agatha Salsabila (Jatim), Diananda Choirunnisa (Jatim), Titik Kusumawardani (DIY) merupakan 3 pemanah senior yang masih berada di top elite panahan Indonesia. Konsistensi dan profesionalisme ketiganya merupakan jaminan bagi tim merah putih dalam merebut tiket tambahan Olimpiade Tokyo Juli mendatang.

Arif Dwi Pangestu (DIY), Alvianto Bagas (Jateng), Rezza Octavia (Papua) merupakan darah segar di Timnas Panahan yang telah membuktikan kemampuan dan teknik yang tidak kalah dari seniornya. Hadirnya 3 remaja yang belum genap 21 tahun ini membuat Tim Manejer Ikhsan Ingratubun,SE,SH optimis mengikuti kejuaraan Word Archery di Paris (pertengahan juni).

Rezza Octavia merupakan energi baru, satu-satunya pendatang baru di Timnas Indonesia. Gadis kelahiran Sidoarjo 25 Oktober 2000 adalah mahasiswa semester 6 Universitas Diponogoro, Semarang. Sebelum bergabung dengan TC Pelatnas Olimpiade, Rezza dan Tim PON Papua tengah menjalani pemusatan latihan di Karang Anyar, Jawa Tengah.

“Saya bersyukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat Papua khususnya Pengprov Perpani Papua yang tak henti-hentinya memantau perkembangan saya selama di Pelatnas. Hadirnya Mama Juli dan jajaran Pengurus membuat keyakinan saya bisa membawa nama Papua ke manca negara. Aku Papua, Torang bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara”, tutur Rezza usai pengumuman Tim Panahan Olimpiade yang akan dipersiapkan menuju Kejuaraan di Paris.

Hadirnya Rezza di Kejuaraan Dunia Perancis merupakan satu torehan prestasi atas pembinaan yang dilakukan Perpani Papua. Baru kali ini Papua hadir mewarnai Tim yang selama ini di dominasi atlit dari Pulau Jawa. Bicara panahan harus diakui Jawa masih merupakan lumbung atlit yang masih mendominasi rangking atas panahan Indonesia.

Tim ini diproyeksi hingga Olimpiade Tokyo dengan catatan mereka mampu menambah tiket bagi kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo. Jika di Perancis tim ini berhasil tentu dengan formasi yang sama akan berlanjut hingga Olimpiade Tokyo (juli).

“Memang awalnya kami tertatih tatih membangun tim Panahan Papua. Dengan latihan yang intensif di Karang Anyar usaha kami mulai tampak hasilnya. Sentuhan tangan dingin coach Iwan dan perhatian ibu Ketua Perpani Dr. Juliana J.Waromi,SE,M.Si. membuat anak ini makin percaya diri dan mental bertandingnya semakin meningkat. Pelan tapi pasti kita sudah bisa melihat hasilnya. Kami masih berharap pada saat seleksi untuk Divisi Compound Sea Games bulan juli nanti, 2 atlit Papua yang diikut sertakan mampu mengikuti jejak Rezza”, tegas Hengky Fredy Sawaki Wakil Ketua Bidang Binpres Perpani Papua saat ditemui di Venue Panahan Senayan.

Dr. Juliana J.Waromi,SE,M.Si, atau Mama Juli begitu dia disapa para atlitnya, punya peran yang sangat besar dalam menata organisasi Panahan di Bumi Cendrawasih. Hubungan Mama Juli dengan atlit bagaikan anak dan Mama, tak ada jarak, cair bagaikan teman sejawat, inilah kekuatannya dalam membangun fighting spirit para atlit. Saat persaingan Rezza dan Asifa Nur Haenza (Jatim) tak bisa dihindari, Mama Juli datang hanya untuk berbicara dari hati ke hati. Spirit Vini, Vidi,Vici ala Mama Juli ternyata mujarab, hasilnya Reza berhasil masuk 3 terbaik bersama Titik dan Diananda.

“Kalau memungkinkan saya akan mendampingi anak Rezza ke Perancis, kita dukung Timnas. Kami siap kalau dibutuhkan, soal biaya kami akan usahakan sendiri, inikan demi bangsa dan negara”, tegas Mama Juli.

Kita tunggu sepak terjang Timnas Panahan di Paris, apakah Rezza mampu membuat masyarakat Papua yang selama ini terbius dengan aksi Tod Rivaldo Ferre, Osvaldo Haay, Boaz Solosa di Persipura, atau nama Papua makin dikenal dikancah internasional lewat srikandinya Rezza Octavia.

Semoga spirit Nurfitriana Saiman, Lilies Handayani dan Kusuma Wadhani mampu menginspirasi trio Srikandi Diananda, Titik dan Rezza dalam merebut tambahan tiket beregu putri di Paris, medio juni nanti.