Bangun Bendungan Napung Gete Harus Perhatikan Warga Lokal

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Rencana pembangunan bendungan Napung Gete di Kabupaten Sikka tidak boleh sekedar memberikan ganti rugi kepada pemilik tanah yang akan dijadikan sebagai bantaran bendungan, tapi harus memberi manfaat secara ekonomi bagi warga setempat.

Anggota DPRD NTT asal Fraksi PDI Perjuangan, Emanuel Kolfidus sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Rabu (25/01/2017).

Emanuel mengatakan, bendungan Napung Gete merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang akan dibangun pemerintah pusat di NTT.

Program pemerintah pusat ini telah direspon pemerintah daerah dengan melakukan sosialisasi dan mengalokasikan anggaran untuk biaya ganti rugi.

Konsultan perencana menegaskan lokasi Napung Gete sangat cocok untuk dibangun bendungan karena bisa menampung air hujan dalam kapasitas besar.

Baca : Anggaran Pembangunan Bendungan Napun Gete Capai Rp 884 Miliar Lebih

“Bendungan Napung Gete harus dibangun karena bisa menjadi suplai air bersih untuk warga Kota Maumere dan kepentingan irigasi. Apalagi masyarakat Kota Maumere dan sekitarnya sangat kesulitan air bersih,” kata Emanuel.

Dia menyampaikan, walau kehadiran bendungan Napung Gete sangat dibutuhkan dan pemerintah mengalokasikan biaya ganti rugi, tapi harus dipikirkan soal kehadiran bendungan itu mulai dimanfaatkan.

Karena itu, lanjut dia, masyarakat yang bermukim di lokasi bendungan, harus mendapat prioritas perhatian. Karena kegiatan pembangunan yang dilaksanakan selama ini, masyarakat lokal selalu menjadi korban dan tidak diberi perhatian maksimal.

“Skenario ekonomi harus disiapkan secara bagus agar masyarakat di sekitar bendungan tidak menjadi asing di daerahnya sendiri atau asing di negeri sendiri. Mereka harus diprioritaskan untuk mendapatkan asas manfaat dari kehadiran bendungan dimaksud,” tandas Emanuel.