CD Bethesda Yakkum Beri Pelatihan Pembuatan Sayur Organik Bagi WPA
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – CD Bethesda Yakkum wilayah Belu berikan pelatihan pembuatan sayur organik bagi warga peduli Aids (WPA) di wilayah Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.
Kegiatan tersebut dilaksanakan guna mendorong warga dalam memanfaatkan, mengoptimalkan pertanian berbasis organik berlangsung di Sekretariat CD Bethesda Yakkum Belu.
Demikian disampaikan Kordinator CD Bethesda Yakkum wilayah Belu Yosefat Ician kepada awak media, Senin (24/8/2020).
Menurut dia, kegiatan pelatihan pembuatan sayur organik dilaksanakan selama dua hari, terhitung hari ini diawali dengan pembekalan hingga besok praktek di lapangan.
“Kegiatan ini masih berkaitan dengan respon Covid-19. Pelatihan ini salah satu kegiatan yang diperuntukan bagi kader warga peduli Aids dari enam desa dua kelurahan,” ujar dia.
Jelas Ician, kader warga peduli Aids yang mengikuti pelatihan sayur organik enam desa yakni, Silawan, Leosama, Fatuketi, Manleten, Bakustulama dan Tukuneno. Selain itu dari dua Kelurahan yakni, Tulamalae dan Umanen.
“Harapan kita, mereka bisa termotivasi untuk atau paling tidak menjadi pelopor dalam memanfaatkan lalu mengoptimalkan pertanian berbasis organik,”
Lanjut dia, melalui pelatihan ini diharapkan mereka peserta mendapatkan ketrampilan minimal ketrampilan teknis misalnya, membuat pupuk organik, embrio, lain itu soal pembibitan, penanaman sayur-sayur dan bagaimana memperlakukannya.
“Harapan akhir adalah setidak-tidaknya, kalau itu dilakukan pasca pelatihan maka, mereka bisa optimalkan untuk peningkatan imunitas masa-masa new normal,” ucap Koordinator Bethesda Yakkum Belu itu.
“Kami di CD Bethesda Yakkum selain program utama pencegahan Aids juga kita lakukan respon Covid-19 dan masih berlangsung sampai Agustus dan kemungkinan akan berlanjut,” sambung Ician.
Dikatakan, dengan pelatihan selama dua hari minimal mereka mengetahui tentang standar-standar apa itu organik di pelatihan hari pertama dan besok dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk organik, mbrio lalu penanaman dan perawatan.
“Melalui pelatihan ini hasil akhir yang kita harapkan, mereka akan WPA kembali ke desa menjadi contoh bagi warga. Mereka punya ketrampilan teknis minimal mereka lalukan praktek di pekarangannya, minimal mereka kader lakukan sosialisasi bagi warga ada 2 di 6 desa dan 2 kelurahan binaan CD Bethesda,” pungkas Ician.

