Hasil Tenun Diterima Komunitas Internasional, Selvi Ditunjuk Pemerintah Melatih Komunitas Tenun Timor

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selviana Boi Dao kembali ditunjuk Pemda Belu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kabupaten Belu untuk melatih ibu-ibu para pelaku tenun yang ada di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Sebelumnya Mama Selvi yang akrab disapa berhasil memperkenalkan Ikat Belu ke komunitas internasional di Belanda beberapa waktu lalu atas rekomendasi Pemerintah Daerah (Pemda) Belu melalui Dekranasda Belu.

Salah satu kelompok tenun yang dilatih oleh Mama Selvi yakni Komunitas Tenun Timor yang terdapat di Lesepu, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua terkait dengan pewarna alam.

Kabid Perindustrian Dinas Perdagin Kabupaten Belu, Maria Erni Ganggas menuturkan, pihaknya menunjuk Mama Selvi sebagai instruktur dalam pelatihan ini karena pengalaman Mama Selvi dalam menenun hasilnya sudah diterima komunitas Internasional.

“Pengalaman dan kemampuan ini kata Erni Ganggas begitu akrab dikenal dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk memberdayakan ibu-ibu para pelaku tenun yang lain,” ujar dia.

Lebih lanjut jelae Erni, tujuan kegiatan pelatihan yang lebih fokus pada pewarnaan alam ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas kain tenun ikat yang diproduksi.

“Sehingga peserta pelatihan dapat menciptakan produk kain tenun yang berkualitas dan dapat meningkatkan kesejahteraan peserta yang adalah pelaku tenun,” kata dia.

Erni menambahkan, kegiatan pelatihan kepada 26 kelompok tenun di Belu akan dilaksnakan selama tiga hari yakni mulai hari Rabu 18 sampai dengan Jumat 20 Desember 2019.

“Pelatihan juga di lakukan di 26 kelompok tenun lainnya yang ada di Belu. Kita juga memberikan dukungan berupa bahan baku dan fasilitas tenun kepada para peserta atau kelompok tenun yang di latih,” ucap dia.

Mama Sekvi selaku instruktur tenun mengemukakan pelatihan yang diberikan diantaranya praktek peramuan bahan-bahan alami untuk pewarnaan alam yakni pencampuran bahan alam, lanjut
perminyakan dan perendaman dengan warna yang diinginkan. Kemudian penjemuran serta penggulungan benang.

“Kita mau supaya hasil tenun kita kualitasnya bagus sehingga bisa diterima di pasar terutama pecinta tenun khas timor,” kata dia.

Sementara itu pendamping Komunitas Tenun Timor, Albertina Da Gama menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perdagin dan Instruktur Mama Selvi yang telah memberikan pelatihan pewarnaan alam bagi Komunitas Tenun Timor.