Peduli Kekeringan, Polres Belu Droping 54 Tangki Air Bersih Untuk Warga Belu dan Malaka
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor (Polres) Belu beserta seluruh jajaran di tingkat Polres dan Polsek menyalurkan 54 kendaraan tangki air bersih untuk warga Kabupaten Belu dan Malaka, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.
Aksi peduli terhadap sesama, khususnya warga yang dilanda kekeringan sulit memperoleh air bersih dilakukan Polres Belu bertepatan juga dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Bhayangkara tanggal 1 Juli 2019.
Disaksikan NTTOnlinenow.com, Senin (1/7/2019) sebanyak 54 kendaraan tangki dilepas Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing didampingi Perwira Polres Belu beserta para Babinkamtimbas di lapangan Mapolres Belu.
Dari total 54 kendaraan tangki air bersih yang didroping, 22 tangki akan bagi-bagi air bersih untuk warga di setiap Polsek dalam wilayah Belu. Sementara 32 kedaraan tangki akan bagikan air bersih disetiap Polsek wilayah Malaka setiap Polsek 2 tangki dan dikawal Babinkamtibmas.
Kepada awak media, Tobing menjelaskan kegiatan pembagian air bersih untuk warga di lokasi kekeringan Belu dan Malaka dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73 tahun 2019.
Selain itu kegiatan ini juga bentuk bakti kita, kepedulian kita dan berbagai kasih dengan warga yang mengalami kekeringan dimana musim kemarau saat ini warga di wilayah Belu dan Malaka sulit memperoleh air bersih.

“Kami memiliki kepedulian menyumbangkan air bersih dan kita kirim 54 tangki untuk dibagikan pada warga di Belu dan Malaka yang dilanda kekeringan. Ini kegiatan berkelanjutan dan kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah daerah setempat dan untuk Bhabinkamtibmas agar selalu mendata wilayah kekeringan dimana bertugas,” jelas Tobing.
Lanjut dia, 54 kendaraan tangki air akan bagi-bagi air bersih di Polres dan seluruh Polsek di Belu dan Malaka. Dengan bantuan air bersih ini, bisa bantu mengurangi kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan hidup di saat musim kemarau seperti sekarang.
“Lewat giat ini semakin menumbuhkan rasa kebersamaam Polisi dengan rakyat dan kita harapkan juga tetap menjaga ketertiban masyarakat baik di Belu maupun Malaka agar tetap kondusif,” pinta Tobing.
Emerensiana Alos salah satu warga Weaituan, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan yang menerima bantuan air bersih mengaku di wilayah Weaituan selalu kesulitan mendapatkan air bersih disaat musim kemarau.
Memang akui Alos di wilayah Weaituan ada sumber mata air yang selama ini jadi sumber utama warga mengambil air. Akan tetapi saat bulan 6 sampai 10 debit airnya menurun dan kami terpaksa antri mete untuk dapat air bersih.
“Terimakasih untuk Pak Kapolres Belu yang sudah layani kami bagikan air bersih. Kami disini hanya kesulitan air bersih saat musim kemarau,” ujar Alos.

