Ambruk, Jalan di Desa Aitoun Batas Belu-Timor Leste Nyaris Putus
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ruas jalan di Dusun Asueman, Desa Aitoun, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste nyaris putus total.
Jalur penghubung ke tiga Desa, Makir, Lamaksanulu, Mauhitas, Kecamatan Lamaknen dan sebagian wilayah Desa Aitoun yang terletak di garis perbatasan Belu dengan Maliana, Distric Bobonaro, Timor Leste ambruk akibat longsor.
Kondisi jalan yang nyaris putus akibat longsor disebabkan hujan deras yang melanda wilayah Belu dalam dua pekan terkahir. Ditambah dengan tidak ada saluran got atau drainase menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor.
Anggota DPRD Belu, Melki Lelo membenarkan, bencana ambruknya ruas jalan hingga nyaris putus di Asueman, Desa Aitoun terjadi sejak dua pekan lalu pasca hujan deras yang melanda wilayah Belu utara.
“Jalan itu ambruk sejak tanggal 27 Januari lalu setelah diguyur hujan deras dan sampai hari ini belum ada tindakan untuk diperbaiki,” ujar Lelo kepada media, Senin (11/2/2019).
Lanjut dia, akibat kondisi jalan longsor itu menyebabkan akses transportasi dari Desa Aitoun ke tiga Desa di Kecamatan Lamaknen dan sebagian wilayah Raihat putus total. Pasalnya jalur itu tidak bisa dilewati kendaraan roda besar hanya sepeda motor.
“Ada beberapa rumah warga yang terancam longsor, karena jarak rumah dengan jalan hanya dua meter,” kisah Anggota Komisi I DPRD Belu itu.
Lelo berharap, segera ada tindakan serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) Belu menangani bencana yakni memperbaiki jalan yang rusak itu. Sebab ruas jalan itu merupakan satu-satunya jalur dari Desa Aitoun ke beberapa Desa tetangga di garis batas. Selain itu juga akses ke Ibu Kota Belu, karena apabila putus total warga akan memutar jalur dan itu akan memakan waktu.

