KPU NTT Terapkan Dua Pola Kerja

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2019-2024 yang baru saja dilantik pada 8 Februari di Jakarta, bakal menerapkan dua pola dalam melaksanakan tugas selama lima tahun ke depan.

Ketua KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu sampaikan ini dalam rapat perdana yang digelar di aula kantor itu, Senin (11/2/2019).

Sebelum rapat perdana dilaksanakan, terlebih dahulu diawali dengan apel pagi di halaman kantor KPU NTT, yang dipimpin Ketua KPU NTT Thomas Dohu. Agenda rapat perdana ini adalah perkenalan komisioner dan sekretariat beserta jajarannya.

Thomas Dohu dalam rapat perdana tersebut menyebutkan, dua pola yang akan dibangun dalam melaksanakan tugas selama lima tahun ke depan yakni kolektif kolegial dan transparansi proses.

“Di samping dua pola utama tersebut aspek lain yang penting adalah soliditas dan koordinasi baik dengan mitra terdekat yakni sekretariat dan jajarannya, dengan hirarki di bawah yakni KPU Kabupaten/Kota, serta pihak eksternal seperti pemerintah dan media massa,” ujar Thomas.

Pada kesempatan itu, Thomas juga menyampaikan sekaligus memperkenalkan pembagian divisi, yang mana Yosafat Koli membawahi Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Lodowyk Fredik membawahi Divisi Teknis Pemilu, Jefri Galla membidangi Divisi Hukum dan Fransiskus Vincent Diaz membidangi Divisi Program dan Data. Sedangkan komposisi Tim Pemeriksa Daerah terdiri dari dua komisioner, yakni Yosafat Koli dan Jefri Galla.

Selanjutnya, komposisi koordinator wilayah (Korwil) yang bertanggung jawab untuk kabupaten/kota terdiri dari Thomas Dohu, menjadi korwil untuk Kabupaten Ende, Sumba Tengah, Kabupaten Kupang dan Belu.

Sedangkan, Yosafat Koli menjadi korwil untuk Kabupaten Lembata, Sikka, Manggarai Barat, Timor Tengah Selatan(TTS), Ngada. Fransiskus V. Diaz, menjadi korwil untuk Kabupaten Manggarai, Rote Ndao, Flores Timur dan Alor.

Sementara itu, Jefri Gala menjadi korwil untuk Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai Timur dan Malaka. Sedangkan, Lodowyk Fredik menjadi korwil untuk Kota Kupang, Sabu Raijua, Sumba Timur dan Nagekeo.

Para komisioner mengaku termotivasi membangun kerja sama, komunikasi, persaudaraan serta menerima masukan dan kritik dari Sekretariat KPU NTT dalam rangka kemajuan organisasi.

Sekretaris KPU Provinsi NTT, Ubaldus Gogi mengharapkan tidak ada friksi antara Komisioner dan Sekretariat. Para komisioner diminta memberi penghargaan yang layak bagi semua staf dan menjaga keharmonisan kerja.

“Ke depan, diharapkan semua tugas kelembagaan dapat berjalan secara terstandar dan terukur sehingga menghasilkan output atau hasil yang maksimal,” tandasnya.