Pos Imigrasi di Perbatasan Laktutus-Timor Leste Diaktifkan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pos Imigrasi di pelintasan yang terletak di Laktutus, Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu perbatasan dengan Timor Leste diaktifkan kembali setelah sekian lama tidak beraktifitas.

Pengaktifan Pos Imigrasi Laktutus yang berbatasan dengan Fatumea, Distric Kovalima itu setelah ada kunjungan Atase Imigrasi Indonesia di Dili dan Dirjen Imigrasi Timor Leste ke Pos tersebut, Kamis (5/7/2018) siang.

Pantauan media, hadir dalam kunjungan itu, Kepala Imigrasi Atambua, Kepala Bea & Cukai Atambua, Kepala Karantina Atambua, Wakil Ketua DPRD Belu, Asisten I Setda Belu, Kaban Kesbangpol Belu, Pejabat BNPP Mota’ain.

Selain itu turut hadir, Konsulat Timor Leste di Atambua, Dandim 1605/Belu, Dansatgas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 743/PSY, Wadan Satgas Sektor Barat Yonif 715/R serta rombongan Timor Leste yakni, Kepala Bea & Cukai Timor Leste, Karantina dan Kepala UPF Timor Leste.

Atase Imigrasi Indonesia di Dili, Simarmata didampingi Kepala Imigrasi Kelas II A Atambua, Aswar Anas menuturkan, tujuan Atase Imigrasi Indonesia di Dili dan Dirjen Imigrasi bersama CIQ Timor Leste ke Pos Laktutus. Sebab pos Laktutus merupakan salah satu titik pelintasan yang mana sesuai MoU dengan Timor Leste pada tahun 2003 lalu.

Dikatakan, sejak pos pelintasan dibuka, personel Imigrasi langsung ditempatkan, namun aktifitas pelayanan tidak berjalan. Hal itu dikarenakan, di pos Imigrasi Buamau, Fatumea-Timor Leste belum ada penempatan personel Imigrasi.

Dijelaskan bahwa, tidak aktifnya Pos pelintasan di Laktutus, sering kali menimbulkan permasalahan di perbatasan Laktutus dan Fatumea yakni seperti kasus pelintasan illegal, baik manusia maunpun barang serta pencurian.

Kaitan dengan itu, Pemerintah Indonesia terus melakukan terobosan untuk aktifkan pos Laktutus dan tentunya koordinasi dengan pihak Imigrasi Timor Leste. Sehingga pelayanan di Pos Imigrasi Laktutus bisa aktif.

Dikatakan, Direktorat Imigrasi dan Pemda bersinergi terus menerus bagaimana pos Laktutus diaktifkan dan dengan kunjungan Dirjen Imigrasi ini pos pelintasan bisa aktif melakukan pelayanan kepada warga Laktutus.

“Terima kasih kepada rombongan Dirjen Timor Leste dan CIQ yang tugas di batas. Maksud kedatangan mereka meninjau pos Laktutus yang selama ini tidak aktif. Dengan kunjungan ini pos Laktutus pun bisa aktif kembali dalam waktu dekat,” ujar dia.

Sementara itu, Dirjen Imigrasi Timor Leste, Boavida Riberu menuturkan, peninjauan ini untuk melihat kondisi pos Imigrasi di Laktutus perbatasan Indonesia dan Timor Leste serta pos Imigrasi Baumau di Fatumea.

“Intinya kunjungan ini untuk mengevaluasi pelintasan di perbatasan serta pengaktifan pos pelintasan Imigrasi dua negara di perbatasan Laktutus dan Fatumea. Kalau ada temuan baru akan dijadikan rekomendasi dalam rapat berikut,” sebut Riberu.

Asisten I Setda Belu, Maria Goreti Kiik berharap, dengan kunjungan Dirjen Timor Leste bisa selesaikan masalah pelintasan yang ada di batas Laktutus dengan Timor Leste. Sehingga kedepan warga dua negara dapat melaksanakan pelintasan dengan baik.

“Semoga dengan kunjungan ini pos lintas Laktutus bisa aktif melakukan pelayanan pelintasan sesuai aturan yang berlaku dan masalah illegal di batas dua negara bisa selesai,” pinta Goreti.