160 Ton Bahan Pil PCC Masuk RDTL, BNN Perketat Penjagaan Perbatasan
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai tingkatkan kewaspadaan dan memperketat penjagaan pintu masuk perbatasan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL)-Indonesia di Kabupaten Belu setelah ditemukannya 9 kontainer berisi bahan dasar pembuat pil Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol (PCC) di Timor Leste.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Provinsi NTT, Yosef Gadhi kepada wartawan di Kupang, Kamis (8/2/2018).
“Kami sudah tempatkan petugas di semua pintu lintas batas negara dan melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi dan kepolisian perbatasan mengantisipasi masuknya bahan haram yang berkategori narkotika itu,” katanya.
Menurut Yosef, antisipasi dilakukan personel BNN NTT untuk menjaga kemungkinan masuknya bahan haram itu ke provinsi berbasis kepulauan itu. Memang diakuinya NTT dan Indonesia pada umumnya telah menjadi salah satu target pasar peredaran narkotika dan obat terlarang jalur perdagangan dunia.
“Karena itu sejak dini kita sudah harus melakukan sejumlah langkah antisipasi agar tidak terjadi. NTT jangan dijadikan sebagai pasar peredarannya,” kata Yosef yang didampingi sejumlah staf BNN NTT lainnya.
Dia menyatakan, selain memperkuat penjagaan pintu lintas batas, BNN juga melakukan koordinasi dengan Badan Narkotika Timor Leste untuk melakukan uji sampel bahan dasar pembuat pil PCC itu di laboratorium milik Pemerintah Indonesia.
“Kami sudah ambil sampelnya dan melakukan uji laboratoroum di Indonesia. Kita menanti hasilnya,” katanya.
Dia mengatakan, bahan dasar pembuat Pil PCC (Prekursor) yang ditangkap Polisi Timor Leste sebanyak 9 kontainer atau setara dengan 160 ton itu diduga kuat akan diedarkan dan dijual di NTT.
“Ini jaringan internasional karena bahan itu berasal dari China dan masuk ke Timor Leste setelah sebelumnya mampir di Singapura,” ujar Yosef.

