Reses di Fatubenao, Feby Djuang Serap Aspirasi Warga
Laporan Yan Manek
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melakukan reses masa sidang 2 tahun 2026 di wilayah daerah pemilihan (dapil) I.
Salah satu titik pelaksanaan reses berlokasi di wilayah RT 35, RW 01, Fatubenao B, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (14/3/1026).
Kegiatan reses pertama Ketua DPRD Belu dihadiri Lurah Fatubenao, aparat Kelurahan hingga jajaran RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga masyarakat dari RT 03, 19, 31 dan 35.
Menurut Theodorus Djuang, reses merupakan agenda resmi DPRD yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihan masing-masing anggota legislatif sekaligus pererat komunikasi.
“Reses ini jadi momentum penting bagi anggota dewan mendengarkan kebutuhan, keluhan, serta usulan warga sebagai bahan masukan dalam penyusunan program pembangunan daerah Belu. Jadi, kami hadir untuk mendengar langsung apa yang dirasakan warga,” ujar dia.
Dalam sesi dialog, Ino Aqu selaku Ketua RT 03 mengeluhkan kondisi jembatan penyeberangan yang menjadi akses singkat warga untuk pergi ke gereja telah menyusut dan butuh perawatan. Kondisi itu telah disampaikan melalui musrembanglur tapi belum terealisasi.
Dia juga meminta perhatian terkait dengan ruas jalan berlumpur kurang lebih 200 meter menuju ke sungai yang perlu ditingkatkan dengan material sertu karena berlumpur. Harapan kami jalan ini bisa naik tingkat diaspal karena menjadi kebutuhan ril warga.
Ino juga keluhkan akses jalan masuk susah ke beberapa perumahan yang berlokasi di belakang bertarung dengan lumpur. Karena itu diminta perhatian upayakan jalan setapak yang sudah dibahas ke tingkat Kelurahan tapi belum terealisasi, dan lewat moment ini kami harap bapak Dewan bisa perjuangkan di sidang.
Senada Ketua RT 35, Maria Sinta Raja minta perhatian untuk penahan tembok karena longsor di beberapa rumah warga. Sementara Ketua RT 31, Fransiska Liu minta dukungan untuk tiang listrik bagi warga belakang karena selama ini hanya menggunakan bambu sebagai pengganti tiang listrik.
Selain masalah posyandu yang telah dibangun selama tiga tahun tapi masih kendala dengan tempat pembangunan yamg belum ada hingga kini. Warga juga keluhkan sambungan pipa air di RT 19 yang telah terpasang tapi airnya belum mengalir.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Belu, Theodorus Djuang menyampaikan akan menindaklanjuti usulan serta keluhan warga dengan pihak-pihak terkait dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk carikan solusi guna atasi persoalan yang dialami warga.
“Untuk tiang listriknya nanti saya berkoordinasi dengan pihak PLN serta Pemda terkait persoalan yang dihadapi warga,” ungkap Febby akrab disapa itu.
Selesai kegiatan reses, Ketua DPRD Belu didampingi Lurah, para RT, Tokoh masyarakat dan warga meninjau lokasi jalan raya, setapak yang diusulkan warga termasuk jembatan penyeberangan yang butuh perawatan.

