Peduli Pendidikan di Batas Negeri, Polres Belu Salurkan Tas, Alat Tulis Untuk Anak-anak SDI Haliulun

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor (Polres) Belu, Polda NTT menunjukkan aksi peduli pendidikan wilayah perbatasan Negara Indonesia dan Timor Leste.

Hal itu ditandai dengan aksi Anggota Satuan Binmas di bawah pimpinan Kasat Binmas, IPTU Ilmudin yang mengunjungi SDI Hailulun di Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Kasat Binmas yang didampingi Kanit Binkamsa, Kanit Bhabinkamtibmas dan anggota Bhabinkamtibmas kota, membagikan fasilitas pendukung sekolah seperti Tas dan Alat tulis kepada 24 anak-anak yang masuk dalam kategori tidak mampu.

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa mengatakan, program penyaluran tas dan alat tulis merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri di bidang pendidikan dalam mendukung anak-anak untuk tetap bisa terus belajar dan menggapai cita-citanya.

Dia menjelaskan, kegiatan hari ini murni kepedulian dan perhatian dari Polri untuk anak-anak dalam proses belajar mengajar karena bagi kami (Polri), seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali harus mendapatkan hak atas pelayanan pendidikan, termasuk mereka yang kurang mampu.

“Hari ini kami bagiakan 24 buah tas, 24 pak buku dan peralatan tulis, kuntuk 24 anak-anak SDI Haliululun dimana Masing-masing anak mendapatkan 1 buah tas, 1 pak buku dan 1 paket alat tulis,” ujar Gede dalam kegiatan resminya, Jumat (6/2/2026).

Diharapkan, semoga apa yang kita salurkan ini sedikit tidaknya bermanfaat dalam proses belajar mengajar anak-anak kita disini dan menjadikan motivasi untuk mereka untuk lebih giat belajar sehingga tumbuh menjadi anak yang pintar dan kelak berguna bagi dirinya sendiri, keluarga dan negara.

Sementara itu, Kepala sekolah, para Guru dan anak-anak murid menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian atas dukungannya dalam proses belajar mengajar anak-anak di SDI Haliulun.

“Bantuan ini setidaknya meringankan beban orang tua dan memotivasi murid untuk terus belajar demi menggapai cita-citanya,” pungkas para guru.