Hama Ulat Serang Tanaman Warga di Belu Perbatasan RI-RDTL
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bergerak cepat mengambil tindakan usai hama ulat bulu menyerang tanaman warga.
Sejak sepekan, hama ulat menyerang tanaman jeruk cina milik warga Desa Raiulun, Kecamatan Lasiolat dan jagung milik warga Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak wilayah perbatasan RI-RDTL.
Selain itu, hama jenis ulat buah juga menyerang tanaman strawberry milik warga di Desa Raiulun dan koeng mas yang menyerang padi milik warga Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Belu, Vincensius Laka membenarkan, kejadian tersebut telah dilihat dan di cek oleh Petugas PPOT Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan usia menerima laporan.
Dijelaskan, hama kutu putih dan jamur jelaga atau hitam telah menyerang 58 pohon jeruk cina (berbuah) milik Meliana Abuk Poktan air terjun Mauhalek A di Desa Raiulun.
Gejala serangan hama, muncul lapisan putih seprti kapas pada batang, daun dan buah. Daun menguning dan rontok, buahnya berubah kerdil dan kecil dan rontok. Selain itu, embun jelaga dimana jamur abu-abu hingga hitam pada permukaan buah, daun, batang dan ranting.
Terkait itu, pihaknya telah menyarankan untuk melakukan penyemprotan menggunakan ekstrak daun nimba dicampur dengan sabun cuci piring dan juga menggunakan PGPR.
Sementara itu, hama ulat yang menyerang tanaman jagung (43 HST) diatas lahan 50 are milik Manuael Bere warga Dualuas merupakan hama ulat grayak.

Gejalanya, daun berlubang dan patah pada pucuk daun Bekas gerekan. Ada ulat dan serbuk seperti serbuk kayu pada pelepah pangkal daun dan batang. Sebagian daun tampak kuning karena genangan air akibat hujan dan kekurangan unsur hara.
“Kita juga berikan saran pengendalian yakni pengemupukan dengan penyemprotan pupuk cair penyemprotan siklon,” Eng Laka akrab disapa itu.
Masih menurut Mantan Kadis PUPR itu bahwa, OPT yang di amati ulat buah, busuk buah gugur bunga dan layu Fusarium pada tanaman Strawberry milik warga Desa Raiulun.
Luas tanam 0.01 ha, luas serangan untuk ulat buah dan gugur bunga itu tidak semua bedeng terserang dan untuk layu Fusarium itu baru terserang 10-15 pohon.
Intensitas serangan ringan, gejala serangan buah stowbery lubang-lubang, dan busuk buah, layunya pada daun tanaman yang tua, dan pertumbuhan kerdil, lalu busuk di bagian akar dan menyebabkan tanaman mati.
Pihaknya rekomendasi untuk melakukan pengamatan secara rutin, sanitasi lahan, pengendalian menggunakan pestisida nabati dan alternatif terakhir pengendalian menggunakan fungisida antracol untuk layu Fusarium dengan bahan aktif Propinep.
Tambah Eng Laka, hama keong mas juga menyerang pembibitan padi milik petani di Desa Umaklaran dengan intensitas serangan ringan.
“Kita juga lakukan pengamatan secara rutin dan mekanik. Kemudian melakukan pengeringan air didalam lokasi pembibitan disekitar lokasi saluran air bendungan Haliwen 2,” pungkas Eng Laka.

