Rektor IPDN Resmi Meluncurkan Aplikasi SIPANDU Kabupaten Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Rektor IPDN, Halilul Khairi secara resmi melaunching Aplikasi SiPANDU (Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Terpadu Kabupaten Belu.

Kegiatan launching aplikasi SIPANDU kolaborasi Dinas Kominfo dan OPD terkait Pemerintah Kabupaten Belu berlangsung di Aula Gedung Betelenok, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (16/8/2025) sore.

Launching aplikasi SIPANDU ditandai dengan penekanan sirene oleh Rektor IPDN didampingi Sekda Belu, Kadis Kominfo, Kadis Dukcapil, para Staf Ahli serta Asisten disaksikan sejumlah Pimpinan OPD, para Camat, Lurah, Kepala Desa yang hadir, dan lanjut
penyerahan piagam penghargaan.

Dalam sambutannya, Rektor IPDN, Halilul Khairi menyampaikan, kehadiran kita disini untuk meresmikan peluncuran Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Admunistrasi Kependudukan, atau SIPANDU Kabupaten Betu.

Menurut dia, sebagai lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang mempersiapkan kader-kader pemerintahan, IPDN memandang bahwa SIPANDU adalah wujud nyata inovasi pemerintahan dacrah yang sejalan dengan scmangat reformasi birokrasi dan transformasi digital.

“Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melakukan proses pengajuan dokumen kependudukan seperti akte kelahiran, akte kematian maupun surat pindah penduduk secara daring (online), tanpa harus hadir langsung ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten,” ujar dia.

Jelas Hailul inovasi ini memberi berbagai manfaat diantaranya memangkas waktu, menghemat biaya, dan mengurangi tenaga yang dibutuhkan, namun tetap menjaga kualitas pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, dengan kemudahan pelaporan yang ditawarkan SIPANDU, pemutakhiran data kependudukan di Kabupaten Belu dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, sehingga perencanaan pembangunan daerah menjadi lebih tepat sasaran.

Lanjut Halilul, SIPANDU adalah contoh bagaimana pemerintah daerah mampu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan pelayanan publik yang prima. Langkah ini selaras dengan kebijakan nasional Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Diharapkan, semoga aplikasi SIPANDU membawa kemudahan bagi masyarakat, mempercepat transformasi pelayanan publik, dan menjadi contoh teladan inovasi Pemerintahan di tingkat daerah.

“Selamat kepada Pemerintah Kabupaten Belu, seluruh tim pengembang, dan semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan inovasi ini. Mari kita dukung bersama penggunaannya demi kemajuan pelayanan publk di Kabupaten Belu,” pungkas Halilul.

Sebelumnya, Bupati Belu melalui Sekda Belu Johanes Andes Prihatin mengatakan, perkembangan teknologi informasi telah membawa Perubahan besar dalam pemerintahan, khususnya pelayanan publik. Pemerintah dituntut untuk bergerak cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dikatakan, SIPANDU adalah wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Belu untuk menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah diakses, cepat dan akurat.
Melalui SIPANDU, seluruh pengurusan tersebut kini bisa dilakukan secara online, cukup dari rumah atau kantor desa/kelurahan, hanya dengan handphone atau laptop yang terhubung internet.

Jelas Andes, SIPANDU bukan hanya memudahkan pelayanan, tetapi juga yang terintegrasi, akurat, dan mutakhir. Data inilah yang menjadi landasan penting dalam memperkuat basis data kependudukan perencanaan pembangunan di berbagai sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa pada beberapa waktu lalu sampai saat ini, kita masih mengalami kendala dalam hal pemutakhiran data kependudukan sccara akurat. Saat ini, masyarakat kita masih cenderung mengabaikan dokumen kependudukan seperti akte kematian, surat pindah penduduk, bahkan mengurus akte kelahiran,” terang dia dalam sambutan.

“Hal ini, selain disebabkan oleh karena proses kepengurusan yang masih manual, yang membutuhkan biaya transportasi, waktu dan tenaga, juga disebabkan masih minimnya kesadaran warga untuk melengkapi dokumen kependudukannya,” tambah dia.

Menurut Andes, aplikasi SIPANDU ini tidak akan terwujud tanpa kerja keras, dedikasi, dan sinergi banyak pihak. Oleh karena itu, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada tim pengembang (developer) yang telah mengerahkan kemampuan, waktu, dan tenaganya untuk membangun sistem ini dari awal hingga siap digunakan.

Oleh karena itu, dia menyampaikan terima kasih pula kepada seluruh perangkat daerah terkait, para kepala desa dan lurah yang turut memberikan masukan berharga, serta seluruh pihak yang terlibat dalam uji coba, penyempurnaan, dan penyusunan mekanisme di dalam aplikasi ini.

“SIPANDU adalah hasil kerja bersama. Ini bukan hanya sebuah produk teknologi, tetapi cerminan semangat kolaborasi, inovasi, dan pelayanan publik yang lebih baik. Saya percaya, dengan dukungan dan komitmen kita semua, aplikasi ini akan menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Belu,” terang Andes.

Lebih lanjut diinstruksikan kepada para kepala desa dan lurah serta unit kerja terkait, agar tidak berhenti pada acara launching SIPANDU. Namun lakukanlah upaya-upaya bersama dengan perangkat maupun masyarakat di wilayahnya masing-masing, guna mengoptimalkan penggunaan aplikasi SIPANDU.

“Penggunaannya dengan cara sosialisasi dan pendampingan terus menerus sehingga masyarakat benar-benar merasakan kemudahan dalam pemanfaatan aplikasi ini, dan di sisi lannya dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, serta mau melaporkan perubahan data kependudukannya secara benar, lengkap dan tepat waktu,” akhir Halilul.