Rayakan Pentakosta, Umat Katolik di Wini Perbatasan RI-RDTL Persembahkan Hasil Panen
Laporan Yansen
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hari Raya Pentakosta dirayakan secara berbeda oleh umat Katolik di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara perbatasan RI-RDTL.
Pada perayaan Hari Pentakosta, umat Katolik mempersembahkan hasil pertanian dan perikanan dalam perayaan ekaristi di Gereja Paroki Wini, Minggu (8/6/2025) sore pukul 15.00 Wita.
Tradisi mempersembahkan hasil panen oleh umat Katolik ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan sang pemberi kehidupan atas rahmat yang diberikan bagi umat melalui hasil panen yang mereka dapat.
Sebelum dihantar ke Gereja, umat mengumpulkan seluruh hasil panennya berua padi, jagung, sayur, buah-buahan, ikan serta garam. Seluruh hasil panen oleh umat diarak berjalan kaki sambil melantunkan doa sebelum memasuki pelataran Gereja.
Nampak, antrean panjang ribuan umat dari 10 lingkungan yang berada di wilayah Paroki Santo Fransiskus Xaverius Wini yang membawa hasil panen dan disambut dengan tarian meriah saat memasuki pelataran Gereja.
Tradisi yang dijalankan umat Katolik ini dimaksudkan untuk memperdalam iman umat akan karya roh kudus di bumi serta melestarikan budaya daerah setempat untuk dijaga sebagai kekayaan budaya lokal.
Pastor Paroki Wini, Romo Yoris Giri, Pr saat memimpin perayaan ekaristi dalam kotbahnya mengajak umat untuk selalu menyatakan rasa syukur kepada Tuhan, karena melalui karya roh kudus umat dapat menjalankan aktivitas yang berdaya guna bagi sesama.
Selain itu, dalam momen hari raya Pentakosta umat pun diingatkan akan kelahiran Gereja Katolik yang bertahan hingga hari ini karena karya roh kudus.
“Ini adalah tanda syukur umat kepada Tuhan sumber kehidupan,” tambah mantan Pastor Paroki Atapupu itu usai perayaan ekaristi.

Lanjut Romo Yoris, di hari raya Pentakosta ini umat datang berhimpun membawa hasil panen karena perayaan Pentakosta pencerahan roh kudus, roh membarui muka bumi, roh memberikan kelimpahan melalui semua orang yang beriman yang percaya kepada Tuhan melalui tugas dan tanggung jawabnya yang diberikan kepada Tuhan.
“Dengan tugas dan tanggung jawab sebagai petani, nelayan dimana mereka bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh iman, tentu Tuhan memberkati mereka dengan kelimpahan. Saatnya mereka kembali kepada Tuhan untuk bersyukur karena percaya bahwa hari Pentakosta roh kudus dicurahkan, bumi dan isinya dibaharui termasuk tanah yang digarap dan laut yang dikelola tuhan berikan kelimpahan,” ujar dia.
Diketahui, selesai perayaan ekaristi seluruh hasil panen akan dibeli kembali oleh umat dan sebagian hasilnya diberikan kepada umat yang berkekurangan.
Sementara itu, salah satu umat Paroki Wini, Arnol Naimena, menuturkan, momen Pentakosta hari ini secara Khusus umat Katolik mempersembahkan hasil panen sebagai ucapan syukur kepada Tuhan sang pemberi.
“Yang dipersembah ini semuanya hasil panen umat dari alam seperti umbi-umbian, jagung, pagi, pisang, sayur mayur, garam dan lain sebagainya,” terang dia.

