Terbongkar, Ditemukan 19.481 Data Peserta BPJS di Belu Fiktif
Laporan Yansen
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kerja Tim Verifikasi dan Validasi Data Kepesertaan BPJS Kesehatan Kabupaten Belu membuahkan hasil.
Berdasarkan verifikasi dan validasi data dari tingkat RT, Desa, Kelurahan ditemukan sebanyak (19.841) sembilan belas ribu empat ratus delapan puluh satu orang peserta tidak memenuhi syarat.
Selain itu termasuk ribuan nama fiktif, warga luar daerah, hingga peserta yang telah meninggal dunia. Namun, masih ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Bupati Belu, Willy Lay menegaskan bahwa, verifikasi yang dilakukan oleh tim untuk menindaklanjuti program kesehatan gratis plus yang dicanangkan sebelum dilakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Sehingga data yang dihasilkan akurat sesuai dengan kondisi riil yang ada dilapangan. Agar APBD yang digunakan untuk program kesehatan gratis tepat sasaran,” tegas dia didampingi Wabup Vicente Hornai bersama tim verval dalam konferensi pers di ruang Bupati Belu, Senin (26/5/2025).
Lebih lanjut, Willy Lay menyampaikan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Belu karena program kesehatan garis belum direalisasikan lantara masih dilakukan verifikasi dan validasi data.
“Mohon maaf untuk seluruh masyarakat Belu kamu masih rampungkan data. Kami bekerja dengan hati dan tulus, dan pastikan semuanya beres,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Tim Kerja Verval Marselinus Koli menuturkan, tim melakukan verifikasi terhadap data peserta JKN yang dibiayai oleh APBD dan sebanyak 49.714 orang dari data itu ditemukan yang memenuhi syarat sebanyak 30.233.
Sedangkan tidak memenuhi syarat sebanyak 19.481 orang, terdiri dari : -.Tidak dikenal 4.305 orang
-.Bukan penduduk Belu 960 orang
-.Meninggal 1.267 orang
-.Domisil di luar Belu 5.594 orang
-.PPU 5.194 orang
-.Usulan PBI APBN 2.206 orang
Dengan demikian berdasarkan hasil verval data yang memenuhi syarat untuk pembiayaan melalui pemda sebanyak 30.233 orang, dengan total anggaran sebesar Rp. 7.999.651.800 atau 8 miliar.
Lanjut Koli, untuk memenuhi kuota PBI Kemensos RI maka 30.233 peserta aktif PBI PBPU/BP Pemda dan peserta tambahan yang belum terdata perlu didorong ke Kementerian memenuhi kuota PBI yang telah dialokasikan kemensos RI.
“Dengan demikian seluruh pembiayaan JKN masyarakat Kabupaten Belu akan bersumber dari APBN,” pungkas dia.

