Setalah KDRT, Kadishub Belu Kembali Diadukan ke DPRD Atas Hutang Perbaikan Mobil Dinas

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Setelah dilaporkan oleh istrinya atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Polres Belu, Kadis Perhubungan Kabupaten Belu, Jovianus Bere Loy kembali diadukan ke Komisi I DPRD Belu.

Jovi Loy sapaan akrab mantan Sekcam Atambua Selatan itu diadukan oleh pemilik Bengkel Jaya Baru Rudy Mesak terkait hutang. Pasalnya, kurang lebih 1 tahun yang lalu guna memperbaiki mobil dinas dan pembelian suku cadang.

Rudy Mesak adukan Jovi Loy ke komisi I DPRD Belu, karena dinilai tidak kooperatif dari Kepala Dinas Perhubungan Jovianus Bere Loy untuk membayar hutang perbaikan dan suku cadang mobil dinas.

“Selama ini saya sudah berupaya untuk meminta agar segera dibayar, namun pak Jovi selalu menghindar dari saya,” ungkap pemilik Bengkel Rudy Mesak kepada media, Rabu (23/8/2023).

Menurut Mesak, selama perbaikan mobil – mobil dinas perhubungan ini, semua biaya perbaikan mulai dari biaya service dan suku cadang ditanggung semua dengan janji akan dibayar per triwulan.

“Setelah cair dan saya tagih alasan pak kadis Perhubungan bahwa hanya cair uang BBM saja. berikutnya pun sama, saya tagih alasannya oh hanya cair uang lampu saja,” jelas dia.

Akui Mesak, pembayaran hutang perbaikan mobil dinas dan suku cadang yang belum dibayar oleh Kadis Perhubungan Jovianus Bere Loy sebesar Rp. 128.908.000.

Sesuai surat pernyataan yang dibuat Kadis perhubungan Jovianus Bere Loy, dimana akan melakukan pembayar hutang sebesar 50 persen dengan nominal Rp. 64. 454.000 yang akan dibayar pada tanggal 18 juli 2023. Untuk sisanya sebesar Rp. 64.454.000 akan dicicil pada tanggal 14 Agustus 2023.

“Tapi sekarang sudah lewat jatuh tempo dan beliau belum membayarnya. Saya sudah WA pak kadis tapi hanya di baca saja dan tidak membalasnya,” ujar Mesak.

Tak sampai disitu, pihaknya pun sudah memberikan surat penagihan hutang ke Sekda Belu dengan tembusan Bupati Belu, Taolin Agustinus namun sampai hari ini belum ada jawaban.

“Sudah 4 kali saya bersurat, 2 kali ke Bapak Bupati Belu Taolin Agustinus, dan 2 kali ke Bapak Sekda Belu tapi saya belum dapat jawabannya,” terang Mesak.

Sementara ini, menurut dia apabila dalam pertemuan yang dijembatani Komisi I DPRD Belu tidak ada solusi terkait persoalan itu maka akan ditempuh jalur hukum.

“Ketika tidak ada solusi dari DPRD Belu, saya akan langsung membuat laporan Polisi ke polres Belu terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh Kadis Perhubungan Kabupaten Belu,” tegas Mesak.