Komisi I DPRD Belu Kunker ke Desa Faturika-Raimanuk
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Komisi I DPRD Belu melakukan kunjungan kerja ke Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Jumat siang (27/2/2023).
Kunjungan tersebut dipimipin langsung Ketua Komisi I Febby Djuang didampingi Anggota Komisi Yakobus Nahak, Kristo Kristo Duka beserta staf Setwan DPRD Belu.
Rombongan Komisi I DPRD Belu diterima oleh Camat Raimanuk, Roni Mau Luma, Penjabat Desa Faturika Engelberthus Manek, BPD Desa Faturika serta perangkat Desa setempat lainnya.
Dalam pertemuan di aula Kantor Desa bersama warga, Camat Roni Mau Luma menyampaikan terimakasih kepada rombongan Komisi I DPRD Belu yang telah berkunjung ke Desa Faturika.
Dia juga menggambarkan kepada Komisi I DPRD Belu tentang wilayah Desa Faturika serta jumlah warganya. Selain itu
terkait potensi yang ada di wilayah Desa, baik itu potensi budaya, adat, perkebunan maupun potensi lainnya.
“Terimakasih atas kunjungan kerja Komisi I ke Desa Faturika kaitan dengan tupoksi Pemerintahan. Kami punya potensi adat, soman, perkebunan seperti nenas juga potensi lainnya yang menunjang ekonomi rumah tangga warga,” terang mantan Camat Lamaknen itu.
Sementara itu, Ketua Komisi I Febby Djuang menjelaskan, maksud kunjungan kerja wakil rakyat DPRD Belu dari Komisi I ingin memonitor kegiatan Pemerintah Desa Faturika.
“Kunjungan kami Komisi I kaitan dengan Pemerintahan dimana terkait program dan persoalan. Komisi I membidangi pemerintahan dan hukum serta fungsi kontrol pemerintahan desa dalam hal ini awasi ABPDes,” sebut dia.
Fungsi lainnya legislasi dan pengawasan dimana melekat langsung dengan DPR yakni mengawasi pemerintah hingga tingkat Desa dan RT. Salah satunya mengawasi anggaran BLT, PKH sampai pada sasaran warga yang menerima atau tidak.
Ditegaskan, pihak Komisi I sering mendapat pengaduan dari masyarakat soal pemerintah Desa. Pasalnya, Desa K
Kebanyakan tidak paham dengan regulasi yang ada. Selain itu, pengaduan warga Bumdes dikasih untuk usaha tapi tidak berpihak pada potensi yang ada di Desa.
“Karena itu, warga harus berani mengawasi program-program di Desa baik itu urusan penggunaan dana desa, dalam pembangunan desa setempat maupun lainnya yang berkaitan dengan anggaran Desa,” tandas Djuang.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya selalu siap dan terbuka menerima masalah baik itu pengaduan warga terkait dengan urusan Pemerintah Desa yang bermasalah.
Djuang juga berharap kepada warga masyarakat agar memanfaatkan bantuan dari diserahkan dari Pemerintah dengan baik. Setidaknya bantuan itu paling tidak bisa membantu memenuhi sedikit kebutuhan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi bersama Anggota, Camat Raimanuk, Penjabat Desa dan BPD menyerahkan secara simbolis BLT kepada enam perwakilan warga Desa Faturika.

