Dapat Jatah 2.500 Ton, Bulog Atambua Pastikan Stok Beras Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Aman

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum) Bulog Sub Drive Atambua mendapat pengiriman jatah beras sebanyak 2.500 ton dari Bulog Pusat.

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyiapkan stok 1.500 ton beras untuk

Terkait itu, stok beras untuk kebutuhan masyarakat jelang bulan Ramadhan dan Idulfitri di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka aman.

Menurut Kepala Bulog Atambua, Naomi Uly bahwa, pihaknya mendapatkan jatah 2.500 ton beras yang sedang dalam perjalanan dari Jawa Timur. Sebanyak 500 ton atau setara 20 kontener telah tiba melalui pelabuhan Wini dan sudah pembongkaran oleh Mitra kerja di gudang Dolog Atapupu.

“Meskipun kondisi seperti saat ini cuaca ekstrim, namun pemerintah melalui Bulog tetap berusaha, agar stok beras selalu tersedia di kantor Bulog bagi kebutuhan masyarakat,” ujar dia, Selasa (21/3/2023) kemarin.

Lebih lanjut, Naomi meminta agar masyarakat pada tiga Kabupaten ini, jangan panik dengan situasi saat ini. Karena pihaknya sedang berusaha agar beras tiba di Kantor Bulog Atambua. Untuk Belu dan Malaka jatah 2.500 ton, sedangkan TTU 2.500 ton.

“Semoga beras 2.500 ton sesuai jatah Bulog Atambua secepatnya bisa sampai sehingga paling tidak bisa menurunkan harga beras dari yang sekarang,” ungkap dia.

Masih menurut Naomi, Bulog Atambua hingga sekarang belum melakukan operasi pasar. Hal ini disebabkan karena memang stok beras lagi tidak ada.

“Kita belum lakukan operasi pasar karena memang stok beras yang ada sekarang di gudang hanya untuk jatah ASN vertikal dan beras stok bencana alam. Tapi kalau stok sudah ada, minggu depan kita lakukan operasi pasar,” tutur dia.

Dikatakan bahwa, persoalan beras bukan hanya terjadi di Bulog Atambua, tetapi ini menyeluruh di seluruh Bulog sewilayah Indonesia. Hal itu disebabkan, karena hasil panen tahun 2022 hanya mencapai 300 ribu ton beras dari kebutuhan 1,2 juta ton per tahun untuk seluruh wilayah Indonesia.

Diharapkan, semoga hasil panen tahun 2023 ini baik,sehingga masyarakat tidak terlalu kesulitan makanan. Dengan adanya intensitas hujan yang besar ini sawah masyarakat akan baik sehingga akan memiliki hasil panen yang baik pula.

“Dengan demikian kebutuhan masyarakat akan beras pada tahun 2023 ini dapat terpenuhi,” ucap Naomi.

Kepala Bulog Atambua itu juga juga meminta masyarakat agar tetap manfaatkan hasil tanaman lainnya seperti ubi, pisang, jagung sebagai pilihan untuk kebutuhan makan minum setiap hari.