Cegah Dini, Polres Belu Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Bencana Alam

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor Belu bersama TNI dan instansi terkait melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka antisipasi secara dini bahaya bencana alam dan kontijensi tahun 2022 di wilayah Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Apel gelar pasukan dipimpin Kapolres Belu dihadiri peserta anggota Kodim Belu, Kompi 3 Yon A Pelopor Atambua, Sat Samapta, Sat Reskrim, Sat Lantas, Sat Pol PP Belu, relawan sosial/Tagana dan tim SAR berlangsung di lapangan Mapolres Belu, Jumat (25/11/2022).

Dikatakan, apel ini dilaksanakan secara serentak di wilayah provinsi NTT dalam rangka mengecek kesiapan, baik personil gabungan Polri, TNI, Basarnas, BPBD, Tagana dan instansi lainnya serta pengecekan perlengkapan SAR guna menyamakan langkah dan strategi yang akan kita ambil dalam menanggulangi bencana alam.

“Perkembangan situasi nasional saat ini banyak terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang/ puting beliung, gempa dan lain sebagainya, yang tentunya menjadi perhatian publik akibat dampak perubahan cuaca yang tidak menutup kemungkinan terjadi di Belu,” ujar Yosep dalam sambutannya.

Oleh karenanya, lanjut dia dalam menghadapi setiap perkembangan situasi pada saat hujan nanti, perlu adanya perencanaan yang baik serta kesiapan khususnya peralatan dan personil agar siap dipakai dan digunakan kapanpun juga.

Menurut dia, dari data BPBD NTT sampai dengan tanggal 31 oktober 2022, selama tahun 2022 tercatat jumlah kejadian bencana sebanyak 137 kejadian yang terdiri dari banjir 55 kejadian, lonsor 47 kejadian, angin kencang 10 kejadian, gelombang pasang/abrasi 4 kejadian, cuaca ekstrim 2 kejadian dan gempa bumi 1 kejadian.

“Dari bencana alam yang terjadi, yang mendominasi adalah bencana banjir dan tanah longsor. dampak dari bencana yang terjadi tersebut menyebabkan 13 orang meninggal dunia, 4 luka-luka, 711 orang mengungsi dan berdampak terhadap 14.072 jiwa,” urai Yosep.

Sedangkan kerusakan dari bencana yang terjadi menyebabkan 565 rumah rusak terdiri dari 133 rumah rusak berat, 89 rumah rusak sedang dan 343 rumah rusak ringan, selain itu juga menyebabkan kerusakan terhadap fasilitas umum sebanyak 19 unit yakni tempat ibadah 2 unit, fasilitas pendidikan 5 unit, fasilitas kesehatan 2 unit, perkantoran 1 unit dan jembatan mengalami kerusakan sebanyak 9 buah serta kerugian material lainnya.

“Dalam rangka menghadapi bencana alam diperlukan adanya partisipasi dan kerja sama koordinasi yang baik dari kita semua untuk menyiapkan peralatan serta satgas penanggulangan bencana alam sesuai dengan tugas pokok dan tanggungjawabnya,” harap Yosep.

Dalam kesempatan itu, dihimbau kepada seluruh anggota untuk menjaga kekompakan, sinergitas dan kerjasama yang bagus, agar apa yang dikerjakan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

“Perlu diketahui bahwa kita ini adalah orang-orang pilihan, artinya negara mengharapkan kita hadir ditengah kesulitan masyarakat dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Kapolres Belu itu.

Diketahui, hadir dalam apel gabungan Dandim 1605/Belu, Wakapolres Belu, perwakilan Dinas Kesehatan Belu, Dinas Sosial Belu, Kepala BPBD Belu, Kasat Pol PP Belu, Kepala Koordinator Pos Siaga SAR Atambua serta tamu undangan lainnya.

Apel kesiapan ditutup dengan dengan pengecekan pergelaran alat penanggulangan bencana alam serta simulasi penanggulangan pertolongan pertama pada korban bencana alam banjir.