Pangkostrad Panen Jagung di Desa Silu, Kupang-NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak bersama rombongan melakukan panen jagung di kampung Taiti Desa Silu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (14/10/2022).

Panen jagung di lokasi Blok A dengan luas area 6,2 Ha. Luas lahan yang sudah tertanam 5,8 Ha, kemudian Blok E luas area ada 8,4 Ha, luas lahan yang sudah tertanam 8 Ha. Selain panen, dilakukan juga penanaman jagung secara simbolis ada 4,3 Ha yang berlokasi di Blok B.

Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan, dirinya sangat senang bahwa progres ini ada. Perjalanan kita ini untuk mengerjakan mungkin tidak banyak tapi kita sudah melakukan 1 tahun lebih.

Diutarakan bahwa, awalnya kita melihat disini orang-orang perlu air akhirnya kita bikin sanitasi tapi belum memadai untuk perkebunan karena untuk akses bibit, pupuk dan bekerja di lapangan memang tidak mudah.

Namun, berkat kerja sama kita semua kita membuktikan kepada Kementrian bahwa target kita bukan hanya swasembada. “Saya optimis kalau kita bisa bekerja lebih giat kita bisa ekspor jagung,” ungkap Maruli dalam keterangan pers yang diterima media.

Lanjut dia, apabila kita berkomitmen dan di support dari Kementerian yang tepat ditempat yang tepat saya yakin bahwa kita bisa. Kalau ini bisa, ini akan menjadi contoh buat daerah-daerah lain.

Mudah-mudahan generasi-generasi muda bisa meneruskan pertanian lebih maju agar bisa maksimal hasil kita banyak kehidupan akan meningkatkan pendapatan Negara pun pasti akan bisa.

“Saya bangga melihat warga semuanya ceria karena kita juga punya harapan akan banyak merubah masyarakat dari tingkat kehidupan, kesehatan, perekonomian dan anak-anak bisa sekolah yang baik agar banyak orang hebat yang muncul sebagai penerus daerah ini, agar daerah atau kampungnya bisa dikembangkan jauh lebih bagus,” ucap Maruli dalam sambutannya.

Sementara itu, Dirjen Mentan Liferdi Lukman menyampaikan sangat berbangga bisa mengunjungi dua tempat ini yaitu NTB dan NTT. Untuk di NTT kami mengunjungi TTS yang terkenal dengan jeruk Soe yang manis karena di Soe kita mendapatkan kondisi alam yang bisa menghasilkan buah jeruk yang berkualitas kuning dan manis.

Dikatakan, berkat Panglima Kostrad sudah menghadirkan air, kunci kehidupan itu adalah air dan kalau sudah ada air maka kami yakin kalau di tahun ini kita akan mendapat penghargaan dari EFAO diakui oleh Dunia Internasional, kita bisa swasembada beras, kita sudah 3 tahun Import dan Pak Presiden mendapat penghargaan dari IRI dan EFAO karena kita sudah tidak Import dan tahun depan Indonesia mencanangkan swasembada jagung.

“Saya optimis bahwa kita bisa dan harus diakui dunia. Kita harus semangat untuk mewujudkan Indonesia bisa swasembada jagung dan harus optimis,” ujar dia.

Diketahui, turut hadir pada kegiatan ini Brigjen TNI Joko Hadi Susilo, Kasmin Pangkostrad Mayor Inf Ade Kurniawan Dwi Saputra, Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi, Kasiter Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Kav Djefri Marsono Hanok, Dandim 1604/Kupang Kolonel Inf M. Iqbal Lubis dan para Unsur Pemda Kabupaten Kupang.