Kedepankan Perdamaian, Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara Terapkan Keadilan Restorative Perkara Pengrusakan Mobil

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Proses penegakkan hukum Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU), melalui pendekatan keadilan Restorative dalam perkara tindak pidana Pengrusakan, telah menyelesaikan perkara tersebut dengan melibatkan pelaku Argorius Karlino Tani bersama kuasa hukumnya dan saksi korban Yermia Bessi bersama keluarga masing – masing.

Proses perdamaian itu, berlangsung pada Selasa (11/10/2022 ) sekitar pukul 10.00 wita sampai dengan pukul 10.45 wita bertempat di aula Kantor Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara.

Proses perdamaian dalam perkara Tindak Pidana Pengrusakan yang disangkakan melanggar Pasal 406 Ayat (1) KUHP, dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Roberth Jimmy Lambila, S.H,M.H didampingi Penuntut Umum selaku fasilitator Muhammad Mahrus Setia Wijaksana, S.H, M.H dan Ahmad Fauzi S.H,M.H selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara.

Pelaksanaan proses perdamaian oleh Jaksa Penuntut Umum selaku fasilitator berhasil ditandai dengan Penandatanganan Berita Acara Proses Perdamaian Berhasil (RJ-20) yang ditanda tangani oleh Pelaku Argorius Karlino Tani alias Argo selaku tersangka dan kuasa hukumnya, Yermia Bessi selaku saksi korban, Abraham Nino selaku tokoh masyarakat dan Muhammad Mahrus Setia Wijaksana, S.H, M.H selaku Penuntut Umum dan Fasilitator.

Dikatakan Kajari Roberth Lambila, dengan adanya perkembangan hukum yang humanis berupa Keadilan Restorative, maka ketika timbul perkara dan perkara itu dinilai bisa didamaikan maka pihak Kejaksaan akan melakukan perdamaian.

“Keadilan restorative yang diterapkan tentunya sangat bermanfaat baik bagi korban maupun bagi tersangka,” kata Roberth usai melakukan proses perdamaian antara korban dan tersangka.

Dengan adanya keadilan Restorative ini, lanjutnya maka tidak ada lagi perasaan benci dan dendam antar keduanya.

“Berbeda jika kasus ini berlanjut dan tersangka sampai ditahan, dapat dipastikan tersimpan dendam terhadap korban yang memungkinkan terjadinya balas dendam saat bebas nanti”, sambung Roberth.

Kasus pengrusakan ini, sudah dihentikan penuntutannya. Hal lain yang menjadi pertimbangan pihak Penuntut Umum atas penghentian penuntutan, yakni tersangka belum pernah melakukan tindak pidana dan ancaman hukuman yang diberikan tidak lebih dari 5 tahun.

Berdasarkan kronologi perkara, telah terjadi tindak pidana pengrusakan oleh Argorius Karlino Tani atas barang milik korban Perum Damri cabang Kefamenanu.

Pengrusakan terhadap barang milik korban Perum Damri cabang Kefamenanu oleh Argorius Karlino Tani terjadi pada Selasa (05/04/2022) sekitar pukul 11.30 wita, bertempat di jalan raya tepatnya di depan rumah saksi Vridolina Biaf alias Vrido di Suanae, Desa Suanae Kecamatan Miomaffo Barat.

Pengrusakan itu, berawal saat saksi Yermia Bessi mengemudikan mobil Damri keluar dari terminal Kefamenanu menuju ke Oepoli dengan membawa beberapa orang penumpang.

Di dalam perjalanan, ketika sampai di depan rumah saksi Vridolina Biaf sekitar pukul 11.30 wita berpapasan dengan tersangka yang sementara membawa sepeda motor Revo Warna hitam, yang mana tersangka sementara memegang batu di tangan kanannya dan tangan kirinya memegang salah satu stir sepeda motor yang dikendarainya.

Mobil Damri yang sedang dikemudikan oleh saksi Yermia Bessi kemudian juga sedang berjalan pelan karena jalan berlubang dan mendaki. Dan saat tersangka berada di depan mobil Damri tersebut dengan jarak sekitar 3 (tiga) meter, tersangka yang sedang duduk di atas sepeda motornya sementara berjalan dengan pelan langsung melempar kaca depan mobil Damri tersebut sebanyak 1 (satu) kali menggunakan batu yang dipegang tersangka di tangan kanannya.

Sehingga mengenai kaca depan pada bagian kanan dari mobil Damri dan berakibat kaca tersebut mengalami keretakan.

Kemudian saksi Yermia Bessi sempat berhenti, akan tetapi tersangka malah terus melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke arah Kefa. Saksi Yermia Bessi pun tetap melanjutkan perjalanannya dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.

“Akibat perbuatan tersangka, kaca depan pada bagian kanan dari mobil Damri yang dikemudikan saksi Yermia Bessi retak, sehingga perbuatan tersangka tersebut mengakibatkan Perum Damri menderita kerugian senilai Rp.2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah)”, kata Roberth.

Foto : Perdamaian Korban dan Pelaku dalam perkara tindak pidana pengrusakan.