Desa Leosama Gandeng CD Bethesda Yakkum Sosialiasi HIV-AIDS

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Desa Leosama bersama tokoh adat setempat menggelar sosialisasi HIV-AIDS bertempat di Kantor Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Sosialisasi memanfaatkan pertemuan Lembaga Adat Desa Leosama mengundang UPKM CD Bethesda Yakkum Yogyakarta sebagai narasumber. Hadir dalam acara itu Camat Kakuluk Mesak, Kepala Desa serta 30 tokoh adat.

Menurut Koordinator CD Bethesda Yakkum area Belu Yosafat Ician, kegiatan yang dilakukan pada Selasa 31 Mei 2022 kemarin merupakan inisiatif Kepala Desa dan Lembaga Adat Desa Leosama.

CD Bethesda Yakkum mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pastisipasi tokoh adat dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di Desanya.

Jelas Yosafat, Lembaga Adat juga merupakan Warga Peduli AIDS. Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS.

“Tidak boleh dibebankan, semata-mata kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas, KPA dan LSM karena sumber-sumber daya yang dimiliki terbatas. Forum-forum pertemuan di Desa perlu dioptimalkan untuk sosialisasi pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS,” ujar dia.

“Mengingat kasus HIV AIDS Kabupaten Belu menempati peringkat dua sesudah Kota Kupang di NTT. Tetapi angka kematian nomor satu di NTT,” tambah Yosafat.

Dikatakan, Kecamatan Kakuluk Mesak termasuk salah satu Kecamatan di wilayah Kabupten Belu dengan kasus HIV dan AIDS dimana tempati urutan kedua setelah Kecamatan Atambua Selatan.

Dikatakan, Desa Leosama juga termasuk salah satu desa dengan kasus HIV AIDS tinggi. Secara komulatif dari 2013-Desember 2021 tercatat 19 orang. Dari jumlah tersebut, masih hidup ada 13 orang, meninggal 6 orang.

Kegiatan ini juga sebagai upaya mandiri masyarakat dalam mendukung Indonesia Bebas AIDS 2030, Three Zero. “Tidak ada orang tetinfeksi HIV lagi, tidak ada kematian karena AIDS, tidak ada stigma dan diskriminasi bagi ODHA. Tujuan tersebut tidak akan tercapai kalau tidak ada keterlibatan aktif masyarakat,” ujar dia.

Lanjut Yosafat, selain informasi HIV dan AIDS, momentum itu dimanfaatkan jug untuk menyampaikan beberapa kemajuan yang sudah dilakukan oleh Kepala Desa dalam penanggulangan HIV dan AIDS.

“Diantaranya, WPA sudah memiliki legalitas (sudah SK WPA), Ada Rencana Aksi Desa (RAD) Penanggulangan HIV dan AIDS 2020-2024 yang di dalamnya berisi Visi dan kegiatannya,” terang Yosafat.

Sementara itu, Camat Kakuluk Mesak, Amandus Linci mengatakan, terkait Warga Peduli AIDS terbentuk di Desa dan terstruktur secara organisasi. Karena itu, Lembaga Adat terlibat penuh untuk menjadi WPA.

“Sehingga target itu terpenuhi di 2023 mendatang. Ini harapan kita,” ujar dia.

Tambah Kepala Desa Leosama Arkadius Moruk, Kakuluk Mesak urutan kedua di Belu kasus HIV AIDS, tingkat kematian tertinggi dan khusus Desa Leosama jumlah penyaluran tertinggi.

“Terimakasih untuk CD Bethesda Yakkum atas kesediannya membawakan materi dalam sosialisasi pencegahan dan penularan HIV-AIDS,” kata dia.