Polres Belu Amankan Kawanan Pencuri Sapi, Tiga Pelaku Masih Buron

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – AparatPolsek Lamaknen berhasil mengamankan kawanan pencuri sapi
di malam hari dari amukan para warga di Desa Aitoun, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu.

Informasi yang dihimpun media menyebutkan, para pelaku yang mencuri sapi sebanyak dua ekor gunakan mobil ditangkap warga di Dusun Bemoli, Desa Aitoun sekira pukul 01.00 Wita dini hari.

Sebelum tertangkap, terjadi kejar-kejaran antara para pelaku dengan warga Desa Makir, Kecamatan Lamaknen saat melintasi jalur desa tersebut. Para pelaku membawa sapi dari wilayah Desa Nualain, Kecamatan Lamaknen hendak menuju Kota Atambua.

Para pelaku yang berjumlah 4 orang termasuk sopir kendaraan sempat menjadi bulan-bulanan massa warga dua desa. Akibatnya, salah seorang pelaku berinisial FL alias L mengalami luka lebam di mata kiri.

Sementara itu tiga terduga pelaku lainnya berinisial N, S dan R yang melarikan diri pasca rekan lainnya tertangkap masih buron dan sedang dalam pengejaran Anggota Satuan Buser Polres.

Aparat Polsek Lamaknen yang turun ke lokasi langsung mengamankan para pelaku bersama barang bukti dua ekor sapi serta kendaraan avp pick up. Selanjutnya, para pelaku dan barang bukti langsung dilimpahkan ke Satuan Reskrim Polres Belu

Kasat Reskrim AKP Sujud Alif Yulamlam yang dikonfirmasi terpisah membenarkan kejadian tersebut. Saat ini terduga empat pelaku bersama sopir kendaraan telah diamankan di Polres Belu dan sedang ditangani tim penyidik.

“Ya betul, sementara Anggota penyidik reskrim mengambil keterangan guna pengembangan lebih lanjut,” ujar dia.

Sementara itu salah seorang terduga pelaku FL mengaku, sudah dua kali melakukan aksi pencurian sapi bersama rekannya A di wilayah Nualain terakhir pada Oktober lalu. Dua ekor sapi jantan dan berita yang dicuri di sungai merupakan milik warga Desa Nualain.

“Kami muat tadi malam jam setengah dua belas. Kami ikut jalur Makir karena hindari Aparat Polsek Weluli. Saat lewat Makir warga senter oto, lalu kejar kami dan ditangkap di Aitoun,” beber dia.

Lanjut dia, dua sapi yang dicuri itu akan dijualkan ke seseroang di Tuamese wilayah Ponu, Kabupaten Kefamenanu. “Satu ekornya dijual 4 juta,” ujar L singkat.

Berbeda dengan pengakuan TB sopir oto bahwa, mobilnya disewa memuat sapi untuk dibawa ke acara adat di Ainiba. “Mereka bayar sewa Rp 500 bilang pake ke pesta adat di Ainiba,” ujar TB.