Kalahkan Kalteng, I Komang Gde Krishnanda Sabet Medali Perunggu, Papua Siap Jika Ditunjuk Selenggarakan Kejurnas

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Sentani, NTTOnlinenow.com – Tim Panahan Bali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 hanya menurunkan satu atlit di divisi compound individu putra. Walaupun turun seorang diri di individu compound, I Komang Gde Krishnanda PK. mampu membantai satu demi satu setiap lawannya.

Pada babak semi final Komang kalah dalam shoot off saat berhadapan dengan pemanah nasional asal Jawa Barat Deki Adika Hastian.

Kegagalan finalis Jawa Barat Deki Adika Hastian ditangan Yogi Pratama dari Riau, menutup peluang Jawa Barat mengawinkan medali emas putra dan putri untuk nomor compound individu. Sebelumnya RatihZilizati Fadhly dari Jawa Barat telah menyabet medali emas setelah menumbangkan Syahara dari Banten.

Saat berhadapan dengan penghuni pelatnas asal Jawa Barat Deki Adika Hastian, Mangde begitu Komang disapa, sempat tertinggal 2 point, namun berkat ketenangannya, Mangde bisa menyamakan kedudukan 144-144. Untuk menentukan pemenang dilakukan shoot off, masing-masing pemanah menembak 1 anak panah. Mangde mendapat giliran pertama, menembak di point 10, sedangkan Deki Adika Hastian menembak di X atau 10+ (persis ditengah target).

“Ini hasil yang maksimal, kami bersyukur, karena ini benar-benar maksimal. Pada PON Papua kami menargetkan 2 emas, harapannya 1 emas dari compound, namun dapat perunggu, kesempatan masih terbuka di nomor nasional beregu dan perorangan putri yang baru akan dipertandingkan 6 Oktober”, tegas coach Made Saputra.

Made Saputra juga menyoroti penyelenggaraan PON Papua ini sangat luar biasa, baik dari saran dan pelayanan yang diberikan tuan rumah Papua sangat luar biasa. Saya merasa bangga dengan adanya PON yang diselenggarakan di Bumi Cendrawasih. Catatan saya, luar biasa, pelayanan luar biasa, bangga bisa hadir di Papua. Alamnya indah, orangnya ramah dan bersahabat. Semoga mata dunia melihat bahwa Papua tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, infrastruktur, venue dan fasilitasnya cukup memadai.

DR.Juliana J.Waromi,SE,M.Si. Ketua Pengprov Perpani Papua

Pada laga perebutan medali perunggu, Komang berhadapan dengan wakil Kalimantan Tengah Fitriansyah. Mangde memimpin sejak awal laga hingga akhir dengan skor 141-137. Sementara emas direbut atlit dari provinsi Riau Yogi Pratama, yang menghentikan perlawanan atlit pelatnas Deki Adika Hastian dari Jawa Barat dengan skor 146-144.

PON XX Papua merupakan pesta olahraga multi event pertama yang dikiti Komang Gde Krishnanda P.harus melawan cuaca panas dengan suhu 31 derajat dan angin yang cukup ekstrim, Untuk itu target dia hanya satu medali, apapun klasifikasinya 1 medali harus dibawa pulang ke Pulau Dewata, Bali. Tambahan 1 medali perunggu dari cabang olahraga Panahan, menempatkan Bali di urutan ke 6 dengan 10 emas, 4 perak dan 11 perunggu.

Sekum Pengprov Perpani Bali, Infithar Fajar Putra nampak hadir memberikan dukungan bagi satu-satunya atlit Pulau Dewata yang turun di individu compound. Sebelum bertanding, Fajar sempat mengingatkan Mangde untuk bermain lepas, tanpa beban, dan terbukti dia mampu mengatasi dirinya sendiri.

Untuk mendukung perjuangan Mangde, Sekum Perpani Bali, Infithar Fajar Putra menyiarkan secara live melalui zoom meeting. Nampak hadir di zoom meeting, ketua Pengprov Perpani Bali I Made Rentin Bersama pengurus Perpani Bali dan masyarakat panahan Pulau Dewata.

Usai meberikan pengalungan medali kepada para juara, DR.Juliana J.Waromi,SE,M.Si. Ketua Pengprov Perpani Papua, merasa bangga atas torehan medali perak yang dihasilkan Rezza Octavia. Pencapaian Perpani Papua saat ini merupakan satu lompatan yang cukup jauh, mengingat Panahan Papua selama ini tidak masuk dalam radar persaingan nasional.

“Saya bangga karena selama ini Papua tidak pernah diperhitungkan dikancah nasional. Sebagai Ketua Pengprov saya bangga,”tutupnya.