Diklatsarmil Dasar Pendidikan Bagi Para Kadet Hasilkan SDM Unggul

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wakil Rektor Universitas Pertahanan (UNHAN) Ben MBoi Brigjen Agus Winarno mengatakan, sikap dan karakter yang baik akan membentuk mahasiswa tangguh untuk bersaing dengan generasi muda lain di seluruh Indonesia maupun dunia.

Sebab, visi dari Universitas Pertahanan RI pada tahun 2024 akan dijadikan Universitas Pertahanan kelas dunia dan dimulai dari Kabupaten Belu, NTT perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

Dikatakan, Kabupaten Belu khususnya Desa Fatuketi, Kecamatan Kakulukmesak telah dipilih Menhan RI untuk menjadi pilot project dibentuknya sebuah universitas pertahanan dan bergerak di bidang vokasi seluruh program studinya.

“Jadi SDM yang akan dihasilkan dari UNHAN RI, harus dapat bersaing dengan SDM dari provinsi maupun masyarakat Indonesia lainnya,” ujar Agus usai upacara penutupan Pendidikan Latihan Dasar Kemiliteran (Diklatsarmil) Kadet mahasiswa fakultas vokasi cohort 1 Unhan RI di Mako Yonif Raider Khusus 744/SYB, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kamis (26/8).

Jelas dia, khusus untuk perkuliahan 175 kadet mahasiswa Unhan akan memulai perkuliahan pada tanggal 30 Agustus dan masih menggunakan ruangan milik Mako Yonif Raider Khusus 744/SYB karena kampus Unhan di Fatuketi masih dalam proses finishing.

Mewakili Rektor Unhan, Brigjen Agus menyampaikan salam bangga untuk bupati Belu, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat Belu yang sudah menerima berdirinya universitas tersebut.

Ditegaskan, ini penting untuk dimulainya pendidikan bagi para Kadet supaya menghasilkan manusia unggul di tempat ini. Karena itu, selamat bagi 175 Kadet yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan telah menyelesaikan pendidikan dasar kemiliteran selama 1 bulan di Mako Yonif 744/SYB.

“Jadi ini dasar pendidikan awal bagi semua Kadet dan para orangtua bisa melihat sendiri dalam upacara penutupan ini,” ujar Agus.

Diketahui, sesuai informasi UNHAN RI di Belu memiliki 7 program studi dengan jumlah dosen sebanyak 49 orang dan sebagian besar merupakan putra putri NTT lebih khusus Belu. Setiap program studi mahasiswanya hanya 25 orang.

Kampus UNHAN memang dibawah Kemenhan sebagai ciri khas bela negara dan secara organisasi. Tetapi tri darma perguruan tinggi tetap diutamakan sebagaimana perguruan tinggi lain. Sehingga proses tri darma secara akademik tetap berada dibawah naungan Kemendikbud.

Kesempatan itu Bupati Belu Agustinus Taolin menyampaikan, mengawali laku pengetahuan dan keterampilan dasar kemiliteran serta jasmani yang prima bagi kadet mahasiswa fakultas vokasi Unhan sangat penting.

“Hal ini untuk mempersiapkan para Kadet sebagai kader intelektual bela negara yang selalu siap. Para mahasiswa yang telah melewati pelatihan ini diharapkan mampu mewujudkan Kadet yang memiliki identitas, nasionalisme, integritas, loyalitas, disiplin, jiwa corsa, memiliki keyakinan teguh terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, cinta tanah air, dan rela berkorban untuk bangsa Indonesia,” ujar dia.

Agus juga berpesan, Diklatsarmil yang dilewati para Kadet memiliki nilai strategis sebagai sarana awal untuk saling kerja sama, saling peduli dalam menghadapi setiap kesulitan maupun hambatan dalam perkuliahan ke depan.

“Kita harap putra-putri tamatan UNHAN ke depan bisa menjadi generasi muda harapan bangsa yang unggul dengan intelektualitas tinggi, berjiwa patriot, berkarakter bela negara, dan menjadi kebanggan keluarga dan negara tentunya,” pinta Agus.

Diketahui, dalam upacara penutupan Diklatsarmil para Kadet lalukan demonstrasi keterampilan dasar militer seperti baris berbaris, keahlian bongkar pasang senjata api, bela diri dan parade merah putih.