Pembalakan Liar Masih Marak di Kawasan Hutan Lindung Jati Nenuk

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Aksi pembalakan liar masih marak terjadi di kawasan hutan lindung jati Nenuk Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Pasalnya, dalam penelusuran media bulan lalu ditemukan bekas penebangan kayu jati di dua lokasi bersebelahan kilo meter 7 bagian kiri dua jalur Atambua menuju Kupang.

Selain sisa potongan yang telah ditebang, di lokasi tersebut juga ditemukan bekas ban kendaraan, yang diduga kuat mengangkut kayu hasil pembalakan tersebut.

Praktek pembalakan liar ini telah menyebabkan terjadinya kerusakan kawasan hutan jati. Kerusakan di jalur bak tirta maupun belakang Pos Polisi di bagian tengah hingga pinggir hutan berbatasan dengan sungai.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Matheus Dakosta, S.Hut yang dikonfirmasi media awal bulan mengaku dirinya belum mendapat informasi terkait persoalan adanya dugaan pembalakan liar di kawasan hutan jati Nenuk.

“Saya malah tidak tahu kalau sampai hari ini ada pencurian kayu di hutan jati Nenuk,” akui dia.

Namun, Matheus jelaskan bahwa yang terjadi di belakang Naresa tapi itu bukan pencurian, itu ada kayu tumbang di kali. Kemudian ada masyarakat coba mengambil akhirnya kita yang turunkan amankan ada delapan molak, dan sudah diamankan di kantor Kehutanan Belu.

“Terkahir di Nenuk itu pencurian kayu jati dan pelakunya tertangkap jalani masa tahanan di lapas.

Lanjut dia, terkait adanya aksi pembalakan itu pihaknya akan melanjutkan informasi ke bidang perlindungan untuk melakukan cek n recek di lokasi.

“Teman-teman Polhut akan tindak lanjuti dengan pengumpulan pencarian info lebih lanjut. Setelah itu akan buat laporannya untuk tindak lanjut,” tutup Matheus.