Siklon Tropis Seroja di NTT, Pemerintah Pusat Beri Perhatian Merata

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Pusat harus memberikan perhatian penuh dan merata kepada seluruh masyarakat NTT di semua wilayah NTT, karena semua Wilayah NTT dan semua warga terdampak ada yang parah, sedang dan ringan dari Siklon Tropis Seroja, Minggu (4/4) dan Senin (5/4) di Sabu Raijua dan Rote Ndao dan hujan deras tak henti henti sejak Jumat (2/4) malam.

Sebagaimana diketahui Siklon Tropis Seroja di seluruh pulau pulau NTT Minggu (4/4) dan Senin (8/4) di Pulau Sabu Raijua dan Rote Ndao dan sebelumnya hujan deras sejak Jumat (2/4) malam tak henti henti memprorak porandakan seluruh NTT menyebabkan korban jiwa di Adonara, Flores Timur, Lembata, Alor dan menyebabkan jembatan roboh, jalan, gedung pemerintah,swasta, perumahan warga masyarakat rusak, parah, sedang dan ringan, hewan ternak milik masyarakat terbawa banjir.

Ketua DPRD NTT, Ir. Emelia Nomleni yang dihubungi media ini Rabu (7/4) mengapresiasi respon Presiden Joko Widodo dengan kehadirannya mengunjungi Adonara nanti Jumat (9/4). Sebuah perhatian yang baik, menunjukkan kecintaannya kepada rakyat tetapi hendaknya Pemerintah Pusat memberikan perhatian yang merata ke seluruh NTT yang terdampak.

Ditambahkannya daratan Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Sumba, Flores dari timur sampai barat terdampak. Bahkan Sabu Raijua dan Rote Ndao mereka diguncang angin itu dua kali. Saat Kupang, daratan Timor dan sekitarnya Minggu (4/4) sementara diguncang SaRai dan RoNda sudah terkena. ” Senin (5/4) kita sudah reda di SaRai sementara diguncang habis habisan, belum di Lelogama, Naikliu yang hingga saat ini kita belum tahu situasi mereka,” ujarnya.

Terkait kebencanaan ini, ia menyampaikan baru saja selesai bersama Wakil Ketua DPRD NTT, Cris Mboeik secara kelembagaan melakukan Konprensi Pers. Dalam pantauan media ini Ir. Emy Nomleni sejak Senin (5/4) telah berkeliling ke beberapa tempat yang terdampak dan ada pengungsi menyerahkan bantuannya kepada masyarakat yang terdampak. Ditambahkannya karena ini bencana DPRD NTT mendukung Pemprov NTT untuk menggunakan biaya tak terduga (BTT) bagi semua masyarakat yang terdampak. Harus dipastikan semua intevensi sampai ke masyarakat dan jangan disalahgunakan.

Pemilik rambut putih yang bersarung tradisional ini sebagai pakaian sehari hari menolak penggunaan diksi bantuan karena ini sudah kewajiban negara hadir pada saat rakyatnya mengalami kesusahan dan bencana.
Sementara itu, Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon meminta perhatian Pemerintah Pusat untuk memperhatikan seluruh wilayah di NTT karena seluruh wilayah terdampak jangan perhatian nasional hanya ke satu titik saja. Ia menjelaskan sejak hujan Jumat (2/4) yang menyebabkan banjir, tanah longsor, dan siklon Tropis Seroja Minggu (4/4) dan Senin (5/4), hingga Selasa (6/4) Majelis Sinode GMIT menerima laporan dampak bencana dari Kabupaten Alor sebanyak 17 orang meninggal dunia, korban luka 25 orang dan 24 orang hilang.

Korban korban tersebut dari Klasis Alor Tengah Utara, Kampung Mainang, Klasis Pantar Barat-Alor di Kampung Tamakh dan Klasis Alor Tengah Selatan, Kampung Malapea dan Pido. Di Klasis Flores, Waiwerang empat orang meninggal dunia, 10 orang hilang dan puluhan rumah hanyut.

Di Klasis Kupang Tengah satu orang pendeta GMIT, Merly Molina-Kande,STh bersama anaknya dan keponakan meninggal dunia tertimpa bangunan gereja. Klasis Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Malaka, TTS, Rote Ndao, dan Sabu Raijua juga cukup parah tetapi hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi korban jiwa dan harta benda. Umumnya warga kehilangan hewan dan ternak terbawa banjir dan tanaman padi yang siap dipanen rusak karena terendam air dan terbawa banjir. Sebagaimana laporan warga melalui medsos akun facebook, WA ratusan ribu rumah warga, fasilitas publik, swasta rusak, atap rumah beterbangan dicabut angin, tiang listrik, pohon pohon tumbang memenuhi ruas jalan di semua tempat terdampak. Listrik padam total, karena itu pasokan listrik untuk warga putus total jaringan internet dan telepon mengalami gangguan, akses masyarakat membeli bahan makanan tertutup. Toko toko kecil di Kelurahan kehabisan stok makanan, air mineral karena banyak warga yang menyerbu membeli Senin (5/4). Gereja gereja yang aman bagunannya menjadi tempat pengungsian warga berbagai latar belakang.

Pdt. Mery Kolimon Selasa (5/6) mendesak pemerintah menetapkan NTT sebagai Status Darurat Bencana untuk mempercepat penanganan Pemulihan para korban. Dia menjelaskan MS GMIT telah melakukan sejumlah langkah pertama sejak mendapatkan informasi dari BMKG, MS GMIT meminta kepada para ketua klasis mengumumkan kepada jemaat jemaat untuk waspada bencana dengan menghindari daerah pesisir pantai, aliran sungai dan tebing. Kedua, gedung gedung gereja dibuka untuk tempat pengungsian, ketiga kebaktian syukur paskah Senin (5/4) dilakukan di rumah rumah jemaat, membuka posko posko tanggap bencana di Kantor MS GMIT dengan nmr rekening Bank BRI 2002-01-003847-53-0, atas nama Tim Tanggap Bencana MS GMIT. Lima, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat untuk mendukung jemaat jemaat yang sedang mengungsi dan upaya evaluasi korban.

Ia tetap meminta dukungan doa. Kebutuhan kebutuhan saat ini sembako, air mineral, uang tunai, obat obatan, pelayanan medis, pakaian, popok bayi, pembalut, sabun, pasta gigi, terpal, tikar dan material bangunan.

Sedangkan dua warga Kota Kupang, Ny. Mery Lolang Billy dan Fransiscus Maria meminta Pemerintah Pusat segera memberi perhatian serius kepada seluruh warga masyarakat NTT yang terdampak. “Kita bersyukur bapak presiden mau datang. Tetapi tolong bisa berkeliling juga supaya melihat semua tempat dan warga terdampak sehingga memberikan bantuan merata,” ujar Ny. Mery Pemilik Kedai Mamboi yang kedainya juga mengalami kerusakan dilanda Siklon Tropis Seroja, Minggu (4/4).

Sementara Fransiscus Maria mengemukakan menyatakan apresiasi kepada presiden dan para mentri yang rencana berkunjung besok Jumat (9/4).  Tetapi ada baiknya perhatian Pemerintah Pusat juga merata ke seluruh NTT daratan Timor, SaRai yang porak poranda dan terisolasi, Sumba, Ronda dan sehingga seluruh masyarakat NTT merasa tidak sendiri menghadapi badai ini. Sebagaimana Senin 5/4) Siklon Tropis Seroja yang beranjak ke RoNda dan SaRai mengguncang dua lokasi tersebut. Rekaman gambar video dan kiriman suara warga yang menangis ketakutan dan pasrah dari SaRai dan pohon tumbang dan kabel listrik serta rumah rumah yang diterjang badai tersebut. Hingga berita ini diturunkan kondisi NTT porak poranda, listrik masih padam sebahagian warga di Kota Kupang sudah mulai memperbaiki rumah mereka, membersihkan sampah badai. (non)