PLN teken MoU Pengelolaan TOSS dengan Pemda, PT Comnestoarra dan ACIL

Bagikan Artikel ini

Ende, NTTOnlinenow.com – Bertempat di Ende, PT. PLN (Persero) UPK Flores menandatangani MoU Pengelolaan Teknologi Olahan Sampah di Sumbernya (TOSS) bersama Pemerintah Kabupaten Ende, PT. Comnestoarra Bentarra Noesantarra dan Anak Cinta Lingkungan (ACIL).

Penandatanganan dilaksanakan oleh Manager PT. PLN (Persero) UPK Flores Lambok Renaldo Siregar, Bupati Ende Drs. Djafar H. Achmad, M.M, Direktur PT. Comnestoarra Bentara Noesantarra Arief Noerhidayat dan Ketua Umum Organisasi Anak Cinta Lingkungan Umar Hamdan di Aula Kantor Bupati Ende.

Dalam sambutannya Bupati Ende mengatakan “Dalam mewujudkan Ende BERIMAN (Bersih, Indah, Aman dan Nyaman) dan destinasi wisata di Pulau Flores, Pemerintah menghadapi permasalahan sampah yang sangat serius sampai saat ini di wilayah ende. Menyikapi permasalahan terkait lingkungan termasuk upaya mewujudkan Ende bersih, pemerintah mengambil sebuah terobosan pengelolaan sampah menjadi energi dengan Teknologi Pengelolaan Sampah di Sumbernya atau kita kenal dengan TOSS. Realisasi TOSS di Kabupaten Ende akan menjadi solusi masalah sampah yang didominasi oleh sampah biomassa seperti daun, ranting, rumput limbah perkebunan dan sampah organik lainnya”

Hasil pengelolaan sampah diharapkan juga dapat mensubstitusi penggunaan minyak tanah dan kayu bakar. Potensi sampah yang dapat dikelola menjadi sumber energi di Kabupaten Ende adalah sebesar 110 ton per hari. Produk TOSS adalah Pelet Biomasa yang dapat digunakan untuk menjadi bahan bakar PLTU yang dicampur dengan batubara.

Melalui Program TOSS, Pemerintah Kabupaten Ende juga berkomitmen mendukung PT. PLN (Persero) dan Pemerintah Pusat dalam program Cofiring pada PLTU Ropa. Melalui Program Cofiring, perekonomian masyarakat Kabupaten Ende diharapkan bertambah maju. Saya berharap apa yang kita laksanakan hari ini dapat meningkatkan sinergi dan kerjasama semua pihak dalam mensuksesan visi TOSS Kabupaten Ende sehingga seruan Dari Ende Flores Untuk Indonesia bukan Slogan Semata. Ujarnya.

Mewakili PLN, Lambok menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang menggandeng PLN dalam pemanfaatan limbah biomasa. “Kami merasa luar biasa, dimana Pemda Ende menggandeng PLN dalam inovasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi kerakyatan. Sinergi ini merupakan kunci sukes implementasi Cofiring di PLTU Ropa. Pada tanggal 14-15 September lalu telah berhasil dilakukan uji coba Cofiring di PLTU Ropa selama 4 Jam. Selanjutnya akan dilakukan uji coba untuk jangka waktu yang lebih panjang melalui Reliability Run selama 3×24 jam. Dengan suksesnya Program TOSS Kabupaten Ende maka akan sukses Program Cofiring di PLTU Ropa”. Katanya

Permasalahan sampah yang ada di kabupaten Ende bukan hanya sampah organik tetapi sampah non organik yaitu sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati baik berupa produk sinterik maupun hasil proses teknologi pengelolahan sumber daya alam dan tidak dapat diuraikan oleh alam, seperti botol plastik, tas plastik, kaleng. Untuk penanganan sampah non organik, Pemda mengajak ACIL atau Anak Cinta Lingkungan yang telah 7 tahun berkecimpung dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah.

Umar Hamdan, Ketua Organisasi ACIL Ende menuturkan “Sistem yang kami jalankan selama ini berdasarkan regulasi Menteri Lingkungan Hidup No 13 tahun 2012 tentang sampah dengan Bank Sampah, dimana sampah yang sudah dipilah menjadi bahan kerajinan seperti kursi, tas dan kerajinana lainnya. Selain itu, Pemda menawarkan sistem barter Pelet Sampah dengan kerajinan dari sampah plastik. Dengan demikian seluruh sampah organik dan non organik dapat dimanfatkan semaksimal mungkin dan Ende menjadi kota bebas sampah.

Pihak yang juga terlibat dalam kerjasama ini, Arief Noerhidayat sebagai CEO PT. Comnestoarra Bentarra Noesantarra yang merupakan Startup Company yang berpengalaman dalam bidang pengolahan Pelet Biomassa dari sampah organik. Kegiatan ini juga diikuti secara online oleh Kementrian ESDM, Kementrian PUPR, Kementrian Lingkungan Hidup, Ketua Badan Eksekutif Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) Peni Susanti dan Penggagas TOSS, Energi Kerakyatan Supriyadi Legino serta Stakeholder lainnya.